Mengaku Biseksual, Gadis Cantik Dibully Habis-habisan Hingga Akhiri Hidupnya Sendiri
Seorang gadis SMA bunuh diri karena tak tahan di-bully usai mengaku dirinya adalah biseksual.
Penulis: Ekarista Rahmawati Putri
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
TRIBUNWOW.COM - Seorang gadis SMA bunuh diri karena tak tahan di-bully usai mengaku dirinya adalah biseksual.
TribunWow.com melansir dari Viral4real, rupanya setelah mengaku biseksual, orang-orang mulai memberikan kritik pedas lewat media sosial.
Seorang pengguna Facebook, Czarine Santos mengungkapkan kakaknya mengkhiri hidupnya sendiri setelah mendapat bullyan di media sosial.

Berdasarkan postingannya di media sosial, siswa SMA bernama Sophia ini mengaku adalah biseksual.
Karenanya ia diolok-olok dan dikritik pedas oleh orang lain lewat media sosial.
BACA JUGA: Pria Muda Tewas Terinfeksi Leptospirosis Lantaran Hal Sepele yang Biasa Kita Lakukan
Bully yang diterimanya itu tampaknya sangat parah hingga Sophia mengakhiri hidupnya sendiri pada tanggal 24 Januari 2018.

Menurut Santos, kasus bully dapat ditemukan di setiap sekolah.
"Ini adalah postingan untuk menggugah kesadaran semua orang yang melakukan intimidasi di sekolah, terlepas dari apakah sekolah negeri atau swasta, katolik atau tidak, tapi bully memang ada," katanya di posnya.

"Ini juga, sebuah postingan untuk pemberdayaan homoseksualitas." lanjutnya.
Rupanya, banyak siswa juga membullynya karena penampilannya (meski dia sangat cantik), dan orientasi gendernya.

Banyak netizen memberikan simpati pada Sophia dan mengutuk para pembullynya hingga Sophia mengakhiri hidup
Beberapa netizen juga membagikan cerita bahwa mereka juga korban bully karena berbagai alasan.

Sayangnya, banyak guru dan orang dewasa menutup mata akan kasus yang banyak terjadi ini.
BACA JUGA: Demi Restu Orangtua, Janda Kaya 38 Tahun Beri Mahar Rp 11 Miliar untuk Nikahi Pria 23 Tahun
Alih-alih melindungi dan menyelamatkan para korban, mereka sering mengabaikan korban.
Hal tersebutlah yang mendorong korban bully untuk kemudian mengakhiri hidup mereka sendiri.
Kisah Mei Sophia membuka mata banyak orang untuk melawan intimidasi di mana pun. (TribunWow.com/Ekarista R.P)