Rekaman Pesan Memilukan Seorang Ayah saat Menyadari Tak akan Bisa Melihat Anak-anaknya Tumbuh Dewasa
Seorang ayah yang mengidap tumor otak merekam pesan menyentuh untuk dua orang anaknya.
Penulis: Elga Maulina Putri
Editor: Elga Maulina Putri
TRIBUNWOW.COM - Seorang ayah yang mengidap tumor otak merekam pesan menyentuh untuk dua orang anaknya.
Steve, khawatir anak-anaknya, Seven dan Phoebe, tak akan bertemu dengannya saat menginjak usia remaja.
Dilansir TribunWow.com dari Mirror, Steve didiagnosis tumor otak yang disebut oligoastrocytoma pada April 2014 lalu.
Setelah operasi, ia kembali menjalani hidup dengan normal.
Namun selama musim panas 2016, ia mulai mengalami kejang yang membuatnya harus menjalani perawatan.
Dokter pun memberikan kabar buruk bahwa tumornya kembali berkembang.
Harapan hidupnya pun menipis, dan dokter memberi tahu bahwa hidupnya hanya tersisa lima hingga sepuluh tahun.
• Fakta Dibalik Foto 2 Ekor Monyet yang Bergandengan Tangan Ini Memilukan Hati, Simak Kisah Lengkapnya
Dengan masa depan yang tak menentu itu, Steve bertekad untuk tak membiarkan penyakitnya menang.
Ia tetap bekerja, berlatih maraton, dan membantu Cancer Research UK meningkatkan kesadaran akan penelitian dan perawatan untuk penyakitnya dalam rangka Hari Kanker Sedunia pada tanggal 4 Februari.
"Aku telah mengetahui apa yang akan membunuhku pada akhirnya, dan aku sudah memiliki kontrol ketika itu terjadi. Aku bisa mengatur masa depan keluargaku juga," ungkap Steve.
Ia kemudian mulai merekam dirinya melakukan radioterapi dan kemoterapi.

Tak itu saja, Steve juga merekam video untuk anak-anaknya yang berusia tujuh dan tiga tahun.
"Aku tak ada dalam masa perkembangan anak-anakku. Ini adalah hal yang sulit saat harus memberi tahu mereka apa yang terjadi. Aku berencana membuat serangkaian video untuk memberi tahu betapa aku mencintai mereka dan seberapa besar arti mereka untukku. Aku memberi mereka sesuatu yang tidak akan terlalu menyakitkan untuk dilihat kembali," lanjutnya.
Tak hanya mengkhawatirkan anak-anaknya, Steve juga merasa hancur saat mengingat istrinya, Liza.
"Aku mencintainya dan aku sangat sedih tak memiliki kesempatan untuk menua bersama. Hal yang paling buruk saat harus meninggalkan keluarga adalah aku akan merindukan anak-anak perempuanku yang tubmuh dewasa. Bagaimanapun kami berusaha, ini tak akan berakhir baik untukku. Aku tahu hari itu akan datang," terang Steve.

• Setelah Digerebek Sandy Tumiwa, Tessa Kaunang Luapkan Amarah dengan Mata Berkaca-kaca
Sementara itu, Liza, tak bisa menahan kesedihannya.
"Aku tidak menyadari betapa seriusnya penyakitnya sampai ia menangis kesakitan di tempat tidur dan dibawa ke rumah sakit. Saat ia didiagnosis tumor otak, hatiku hancur berkeping-keping. Beruntung anak-anak selalu membantu. Anak bungsu kami selalu bisa membuat orang tersenyum, sementara si sulung tahu ayahnya sakit tetapi kami tak ingin membuatnya khawatir," ungkap Liza.

Berikut penggalan pesan Steve untuk dua anaknya:
"Semoga sekarang aku telah memberikan kalian sayap dan mengajari kalian untuk terbang.
Semoga aku sudah mengajarkan kalian mana yang baik dan buruk.
Tetaplah bersama, dan ambil semua sisi baik dari hal buruk yang terjadi.
Ingatlah bagaimana rasanya saat aku memelukmu erat.
Jika kalian membutuhkan dukunganku, ingatlah bagaimana aku memeluk kalian dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja."
Lihat videonya di sini. (*)