Meski Sudah Tak Bekerja, Mantan Bos Pria Ini Masih Menggajinya Tiap Bulan, Ternyata Alasannya. . .
Pria ini bisa disebut karyawan yang paling beruntung di dunia karena memiliki bos atau atasan yang berbelas kasih kepadanya.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
TRIBUNWOW.COM - Pria ini bisa disebut karyawan yang paling beruntung di dunia karena memiliki bos atau atasan yang berbelas kasih kepadanya.
Melansir dari World of Buzz pada Selasa (23/1/2018), pada lima tahun yang lalu, pria yang bernama Tang ini didiagnosis mengidap penyakit ginjal serius yang memaksanya mengundurkan diri dari pekerjaannya agar bisa beristirahat di rumah.
Mengetahui bahwa ia akan membutuhkan uang untuk perawatannya, atasan Tang pun terus melakukan pembayaran tiap bulannya meski Tang sudah tak bekerja untuknya.
Karena tersentuh dengan kebaikan hati mantan bosnya, Tang pun menuliskan sepucuk surat kepada dewan setempat untuk memuji perusahaan tersebut.
BACA: Tanggapi Meninggalnya Aktor Korea Jeon Tae Soo, Ridwan Kamil Unggah Foto Warga Bandung Bahagia
Menurut China Press, Tang yang berusia 49 tahun adalah seorang pekerja di agen pariwisata yang baru didirikan di Changzou, Cina pada waktu itu.
Tang bergabung saat perusahaan tersebut berusia satu tahun.
Ia berkerja di sana sebagai sopir pada tahun 2009.
Sayangnya, Tang kemudian didiagnosis menderita uremia pada tahun 2012 dan memaksa ia untuk periksa ke rumah sakt selama tiga kali dalam seminggu.
Karena Tang sakit dan ia adalah satu-satunya pencari nafkah, keluarganya menjadi jatuh miskin.
Uremia sendiri adalah kondisi serius di mana ginjal tidak mampu mengeluarkan kotoran akibat gagal ginjal.
Apalagi Tang perlu merawat istrinya yang mengidap diabetes serta tekanan darah tinggi.
Ditambah juga ia memiliki ibu yang sudah berusia senja.
Untung saja, mantan bosnya yang baik hati itu tidak meninggalkannya setelah Tang mengajukan pengunduran dirinya.
Sebaliknya, mantan bosnya tersebut memastikan ia menerima gaji pokok sebesar 1.800 Yuan atau sekitar Rp 3,7 juta setiap bulannya.
"Saya menerima gaju bulanan saya tanpa harus bekerja. Ini adalah sesuatu yang hanya akan terjadi di sektor swasta. Perusahaan yang bagus ini sulit ditemukan di negara ini, namun saya cukup beruntung menemukannya," kata Tang.
Ketua komite pekerja saat ini mengatakan bahwa Tang adalah pemimpin timnya dan dia selalu serius dalam pekerjaannya.
Ketika perusahaannya pertama kali mengetahui bahwa dirinya sakit, pada awalnya mereka berencana untuk memberinya posisi yang lebih santai.
Namun, karena takut akan merugikan perusahaannya, Tang pun memilih untuk mengundurkan diri.
Diketahui, mantan bos Tang yang bernama Choo tersebut telah meninggal dunia.
Bahkan, sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya,Choo sempat mengumumkan dalam sebuah rapat bahwa ia akan terus mendukung Tang sampai akhir.
Choo meninggal tahun lalu, namun manajer umum yang mengambil alih posisi Choo saat ini mengatakan bahwa perusahaan akan terus merawat Tang.
"Kecuali Tang meninggal dunia atau perusahaan kami bangkrut, kami akan terus menjaganya," kata manajer umum tersebut.
Dia juga menambahkan bahwa saat Tang masih menjadi karyawan di perusahaan tersebut, kontribusi Tang sangat besar terhadap pertumbuhan perusahaan.
Kini, saat Tang sakit pun perusahaan tersebut tidak meninggalkannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/surat-tang-untuk-perusahannya_20180123_185330.jpg)