Breaking News:

Setelah Semalam Terinjak-injak, Begini Nasib Rumput Monas Kini

Pasalnya pengunjung yang datang silih berganti, ketika sudah memberitahu pengunjung yang duduk di taman, pengunjung lain berdatangan dan duduk disitu

Tayang:
Editor: Dian Naren
Rina Ayu
Warga yang berkunjung duduk di atas rumput di kawasan Monas, pada Senin siang (1/1/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Banyaknya pengeras suara atau speaker yang rusak menyebabkan banyak pengunjung yang hari ini duduk dan beristirahat di taman-taman Monas.

Hal terssebut disampaikan oleh petugas pengaman dalam (pamdal) Monumen Nasional (Monas).

"Ini speaker yang hidup hanya 1 saja di sisi selatan. Kalau 3 lagi rusak, di sisi barat, utara dan timur," ujar Donny seorang Pamdal Monas dikutip dari Tribunnews, Senin (1/1).

Maka dari itu, petugas mengatakan kewalahan untuk memberitahu pengunjung berkali-kali.

Pasalnya pengunjung yang datang silih berganti, ketika sudah memberitahu pengunjung yang duduk di taman, pengunjung lain berdatangan untuk duduk di tempat yang sama.

"Datang-datang lagi pengunjung yang baru. Jadi kami capek juga ngasih tahunya. 20.000 pengunjung hanya dikawal 30 orang saja. Kalau ada speaker lumayan membantu," ujarnya.

BACA  Mapolsek Bontoala Dilempari Molotov Usai Malam Tahun Baru, Polisi Periksa CCTV untuk Cari Pelaku

Menurutnya alasan lain banyaknya pengunjung yang melanggar peraturan adalah lantaran sedikitnya lokasi yang bisa dijadikan tempat duduk pengunjung.

"Area duduk itu sebenarnya ada di sisi selatan, di dekat IRTI dan Lenggang Jakarta. Tapi ya gak cukup juga sih buat menampung segini banyak pengunjung," ungkap Donny.

Tanggapan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Terkait Rumput di Monas

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak mempersalahkan rumput di kawasan Monas yang rusak.

Hal ini ia utarakan setelah kenyataan banyak rumput di Monas yang rusak akibat terinjak-injak oleh warga uang merayakan malam pergantian tahun baru di kawasan tersebut.

Menurutnya, rumput yang rusak bisa diperbaiki kembali.

"Kita tanamin lagi, cepet (tumbuh) kok kalau rumput. Kita tempatkan jangan sebagai garden (kebun), tapi sebagai park (taman). Kalau garden itu enggak boleh kena (injak), kalau park itu tempat bermain, tempat orang berkegiatan, itu namanya park," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/1/2018).

Anies mengatakan lantaran ia menginginkan kawasan hijau tersebut bisa dimanfaatkan warga untuk berkegiatan.

BACA  iPhone 2018 Pakai Modem MediaTek

Maka dari itu, dirinya tidak mempermasalahkan rusaknya rumput akibat aktivitas tertentu karena bisa diperbaiki lagi.

"Kita selama ini menempatkan ini semua sebagai garden. Orang enggak boleh terlibat, kalau saya nanti jadikan tempat hijau sebagai tempat kegiatan. Ini bukan kristal yang enggak bisa diperbaiki, rumput itu sesuatu yang ditanam (bisa) hidup lagi, jadi event sebesar ini kalau ada yang rusak kita tanam lagi," kata Anies.

"Konsepnya park, bukan garden. Kalau garden itu untuk ditonton, tapi kalau park untuk kegiatan, namanya kegiatan pasti ada konsekuensinya, yang penting perbaiki lagi," sambungnya.

Sebelumnya, Ramdan (59) petugas pengelola bangunan Unit Pengelolaan Kawasan (UPK) Monas menuturkan banyak tanaman dan rumput yang rusak akibat perayaan malam tahun baru di Monas, Minggu (31/12).

"Semalam itu banyak banget yang datang. Jalan saja sulit, bagaimana mau ngasih tahu?" ujar Ramdan.

BACA  Annisa Yudhoyono Ungkap Teka-teki Nama Anak Ketiga Ibas, Diawali Huruf G Siapa Kira-kira?

Meski begitu, ia menyatakan kondisi rumput akan kembali normal apalagi disirami air pada beberapa mendatang.

Sementara itu tanaman lainnya yang mengalami kerusakan perlu dilakukan pergantian lantaran mati terinjak-injak pengunjung.

"Rumput sih mudah dirawat, kalau tanamannya ya sudah mati. Padahal ngerawatnya susah. Ampun deh, kesadaran masyarakatnya sangat kurang. Padahal sudah ada imbauan dan tulisan," keluhnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
MonasAnies Baswedan
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved