Cuaca Ekstrem di AS Bikin Harga Gas Alam Naik
Cuaca ekstrem musim dingin yang melanda Amerika Serikat (AS) membuat harga gas alam menguat.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Cuaca ekstrem musim dingin yang melanda Amerika Serikat (AS) membuat harga gas alam menguat.
Dilansir Kontan, hal tersebut lantaran pemerintah AS menarik cadangan gas alam mereka untuk penghangat.
Komoditas gas alam dalam kontrak pengiriman Februari 2018 di New York Mercantile Exchange pada Jumat (29/12/2017) pukul 17.19 WIB menguat 1,68% ke level US$ 2,96 per mmbtu.
Sementara itu, stok gas alam AS kian menipis.
Pada 28 Desember 2017, Energy Information Administration mencatat adanya penarikan sebanyak 112 miliar kubik persegi oleh AS.
Baca ini: Fadli Zon: Saya Menilai dari Awal Pemerintah Jokowi Seperti tak Punya Konsep, Begini Faktanya
"Hingga Januari di awal tahun nanti, cuaca Amerika diprediksi akan lebih dingin, maka akan ada kenaikan permintaan gas alam hingga awal tahun," ungkap Research & Analyst Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto Jumat (29/12/2017).
Baca: Canggih! Aplikasi Smartphone Terbaru Ini Dapat Menemukan Orang Meski tak Ada Sinyal
Selain itu, menguatnya harga gas alam juga dikarenakan China melakukan kenaikan impor.
Diketahui China pada November lalu telah mengimpor gas alam yang mencapai level 6,55 juta ton.
"Ini karena kebijakan lingkungannya China berusaha mengurangi polusi, jadi mereka kejar di impor," kata Andri.
Andri memprediksi, pada pembukaan bursa di 2 Januari 2018 mendatang, harga gas alam akan terkoreksi karena provit taking dan sepi karena perdagangan bursa libur.
Baca ini: Disuruh Buka Kaus Kaki hingga Keluarkan Uang saat Jenguk Setnov di Rutan, Firman Wijaya Merasa Aneh
Menurutnya, harga komoditas akan berada dalam rentang US$ 2,92-US$ 2,99 per mmbtu pada perdagangan bursa di 2 Januari mendatang.
Selain itu, penguatan harga gas alam semaik menguat lantaran reformasi pajak.
Andri mengungkapkan dengan pengurangan pajak perusahaan dari 35% menjadi 20%, maka akan memberi keleluasaan perusahaan tambang untuk melakukan ekspansi.
Baca: Difteri Terus Telan Korban, Ketum MUI Bidang Fatwa: Vaksinasi Hukumnya Wajib
Selain itu, pasokan akan bertambah seiring dengan meningkatnya permintaan gas untuk program energi yang ramah lingkungan.
Diberitakan Bloomberg, diperkirakan akan ada kenaikan produksi gas alam menjadi 2 miliar kubik per hari, selama periode 22 Desember hingga 11 Januari 2018 nanti. (*)
Baca juga: Israel Dilanda Kekeringan, Pemerintah Gelar Doa Bersama Minta Hujan di Tembok Barat
Viral: Heboh Video Kepala Bocah Masuk Kurungan Ayam, Netizen Ngeri Lihat Cara Menyelamatkannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-gas-alam_20171230_143835.jpg)