Begini Pengakuan Begal yang Masih Hidup Setelah Ketiga Rekannya Tewas Ditembak Polisi
Selain menangkap tiga otak pelaku, polisi juga menangkap tiga anggota rampok lainnya.
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
TRIBUNWOW.COM, MEDAN - Tiga pimpinan rampok sadis yang ditembak mati petugas gabungan Polrestabes Medan, Polsek Medan Timur dan Polsek Percut Seituan masih berada di kamar jenazah RS Bhayangkara Tingkat II Medan.
Ketiganya masing-masing Raja Amin Siregar alias Raja (33) warga Jalan Beringin, Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung.
Safaruddin Siregar alias Serak (38) warga Jalan Denai Gang Muslim dan M Egi Rival alias Egi (23) warga Jalan Cangkuk IV, Gang Keluarga.
Dari keterangan polisi, ketiganya sudah puluhan kali beraksi.
BACA: Fadjroel Rachman Bercuit Membandingkan Trotoar Jakarta Vs Surabaya
Ketiga tersangka ditembak di bagian kaki.
Saat dihadirkan dalam gelar pemaparan, ketiganya terseok-seok menahan sakit di bagian kaki yang ditembus timah panas.
Salah satu tersangka yang diwawancarai Tribun berdalih baru lima kali beraksi. Tersangka bernama Ridho itu bahkan dengan gamblang mendetail bagaimana mereka merampok.
"Tugas saya jadi joki aja bang. Tapi kadang ikut eksekusi juga," katanya dengan tatapan tajam, Jumat (29/12/2017) sore.
Ridho mengatakan, mereka beraksi dengan cara memepet motor yang dikendarai korban.
BACA JUGA: Beredar Keterangan Saksi Soal Pembunuhan Gadis SMA di Hutan Ngliyep, Mengerikan
Jika melawan, kata Ridho, maka korban akan dilukai.
"Kami jarang bawa senjata tajam bang. Kalau main, kami bawa balok aja. Kalau korban melawan, kami pukul kepalanya," kata Ridho berulangkali meringis dan berusaha duduk di bangku panjang yang ada di samping kamar jenazah.(Ray/tribun-medan.com)
Berita ini telah tayang di Tribun Medan berjudul Teman-temannya Ditembak Mati, Begini Pengakuan Begal yang Masih Hidup
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/polisi-berpakaian-preman-menggiring-kawanan-begal_20171230_083725.jpg)