Mendapat Tekanan dari Penggemar, Konser Lorde di Israel Terancam Batal
Bintang pop dunia, Lorde, sedang mempertimbangkan untuk membatalkan konsernya di Israel.
Penulis: Galih Pangestu Jati
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Bintang pop dunia, Lorde, sedang mempertimbangkan untuk membatalkan konsernya di Israel.
Dilansir dari The Guardian, ia menghadapi tekanan yang kuat dari para penggemarnya di seluruh dunia dan di negara asalnya, Selandia Baru.
Penyanyi berusia 21 tahun tersebut telah menanggapi kritik dan sebuah surat terbuka yang memintanya untuk tidak bermain di Tel Aviv, Israel.
Hal ini merupakan bentuk protesnya terhadap pendudukan Israel atas Palestina.
Pelantin "Green Light" tersebut menanggapi para penggemarnya di Twitter pada Kamis (21/12/2017) malam waktu setempat.
Ia mengatakan bahwa ia menerima saran mengenai kompleksitas situasi politik dan mempertimbangkan semua pilihan.
Sejak mengumumkan jadwal konsernya di Tel Aviv, Israel, pada Senin (18/12/2017), Lorde mendapat berbagai macam kritis dari para penggemarnya.
Namun, banyak pula mendukungnya dan mengatakan bahwa politik seharusnya tidak mengganggu dunia musik dan seni.
Meski demikian, sampai saat ini ada beberapa seniman yang berpartisipasi dalam pemboikotan budaya Israel.
Mereka adalah anggota Pink Floyd, Brian Eno dan Roger Waters, penulis Arundhati Roy, Eduardo Galeano, dan sutradara film Ken Loach.
Gerakan pemboikotan ini dimulai pada tahun 2005 sebagai bagian dari kampanye anti kekerasan untuk menekan Israel.
Mereka meminta Israel untuk mengindahkan hukum internasional dan mengakhiri pendudukan terhadap wilayah Palestina sejak perang 1967. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/lorde_20170216_182752.jpg)