Hati-hati! Twitter Berlakukan Peraturan Baru Seputar Kekerasan dan Ujaran Kebencian, Ini Akibatnya
Twitter hari ini akan memberlakukan peraturan baru terkait bagaimana menangani perilaku kebencian dan perilaku kasar yang terjadi di platformnya.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Twitter hari ini mengatakan akan mulai memberlakukan peraturan baru terkait bagaimana menangani perilaku kebencian dan perilaku kasar yang terjadi di platformnya.
Dilansir techcrunch pada Senin (18/12/2017), perubahan tersebut merupakan bagian dari agenda perusahaan yang lebih luas untuk menyusun kebijakan baru yang berfokus pada pengurangan jumlah penyalahgunaan, perkataan yang mendorong kebencian, kekerasan dan pelecehan.
Secara khusus, Twitter menjelaskan bahwa selain mengancam kekerasan atau kerusakan fisik, pihaknya juga akan mencari akun yang berafiliasi dengan kelompok yang mendorong perilaku kekerasan terhadap seorang warga negara.
Hal itu termasuk kelompok yang mendalangi kekerasan, baik di dalam maupun di luar platform Twitter, namun tidak berlaku untuk entitas militer atau pemerintah.
Twitter juga mengatakan akan mempertimbangkan pengecualian untuk kelompok yang terlibat dalam resolusi damai.
Sementara itu, konten kekerasan atau pelaku tindak kekerasan juga akan melanggar kebijakan baru Twitter.
Itu berarti seseorang seperti penyelenggara demonstrasi, rasis, dan hal-hal lain yang memicu seseorang bunuh diri, melakukan pembunuhan, dan kekerasan lainnya dapat dilarang untuk melakukan tweet lagi.
Baca: Jumlah Pasien Difteri di Jakarta Melonjak Drastis, Pengakuan Pihak Keluarga Mengejutkan
Lebih lanjut bahwa kebijakan ini termasuk mengenai tindakan kekerasan apapun dengan cara yang dapat mengilhami orang lain untuk meniru atau kekerasan dimana orang menjadi sasaran karena keanggotaan mereka dalam kelompok yang dilindungi.
Sebuah tweet pribadi tidak akan mengakibatkan pemblokiran segera dari layanan ini.
Sebagai gantinya, Twitter awalnya akan mewajibkan tweet yang menyinggung untuk dihapus.
Mereka akan mempertimbangkan pemblokiran permanen hanya untuk pelanggaran yang berulang.
Selain itu, Twitter mengatakan bahwa pihaknya memperluas kebijakan dan peraturan perilaku kebenciannya terhadap perilaku kasar untuk menyertakan akun yang menyalahgunakan atau mengancam orang lain melalui informasi profil mereka, seperti nama pengguna, nama tampilan, atau bio profil mereka.
Itu berarti pengguna tidak dapat menyembunyikan ejekan, julukan, dan rasisme atau seksis mereka dalam bio tanpa sebuah hukuman dari Twitter.
Baca: Ternyata Tidak Menolong Orang Saat Kecelakaan Bisa Dipenjara, Ada Pasalnya
Twitter juga akan melihat informasi profil untuk ancaman kekerasan, pernyataan apa pun yang dimaksudkan untuk memicu ketakutan, atau hal lain yang menghina orang lain.
Akun ini akan ditangguhkan secara permanen, dan perusahaan berencana untuk mengembangkan alat internal untuk membantu mengidentifikasi akun yang melanggar dari laporan pengguna lain.
Twitter sebelumnya telah menjelaskan bahwa akan mempertimbangkan ujaran kebencian dan simbol kebencian di media, sebuah kategori yang juga mencakup konten dewasa dan kekerasan grafis.
Hal ini mendefinisikan citra kebencian sebagai logo, simbol, atau gambar yang tujuannya adalah untuk mendorong permusuhan dan kebencian terhadap orang lain berdasarkan ras, agama, kecacatan, orientasi seksual, atau etnisitas / negara asal mereka.
Dalam kasus ini, Twitter akan menerima laporan tingkat profil dan meminta pemilik akun untuk menghapus akun yang melanggar.
Baca ini: Aksi Kejar-kejaran Mobil Disertai Baku Tembak di Solo, Diduga Perampokan, Netizen: Kayak di TV
Meskipun kebijakan baru Twitter tampak seperti titik awal yang layak, banyak pengguna tidak percaya bahwa perusahaan tersebut benar-benar akan menerapkan peraturan yang telah ditetapkannya.
Twitter mengatakan pihaknya mulai menerapkan kebijakan tersebut hari ini, Twitter mengatakan hal tersebut memungkinkan mereka akan membuat kesalahan-kesalahan di awal.
Twitter menambahkan bahwa ini juga terkait pada proses banding kuat bagi mereka yang ditandai. (*)
Baca juga: Aksi Bela Palestina di Jakarta Jadi Sorotan Internasional, PPB Diduga Akan Berikan Suara Hari Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/twitter_20170906_145720.jpg)