Menteri di India Dikecam Gara-gara Sebut Wanita yang Ingin Menikah Tidak Pakai Jins
Menurut seorang pejabat di India, wanita yang ingin menemukan pasangan untuk menikah sebaiknya tidak mengenakan jins.
Penulis: Wulan Kurnia Putri
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Menurut seorang pejabat di India, wanita yang ingin menemukan pasangan untuk menikah sebaiknya tidak mengenakan jins.
Dilansir dari Independent.co.uk, Menteri sumber daya manusia India, Satyapal Singh mengatakan, perempuan yang akan menikah seharusnya menjauh dari gaya berpakaian ala Barat.
"Tak ada laki-laki yang akan menikahi perempuan yang datang ke pelaminan mengenakan celana jins," kata Singh.
Komentar Singh sontak menimbulkan kecaman.
Baca Juga: Pria di Kanada Terkejut Menemukan Potongan Kaki Manusia Hanyut di Pantai
Anggota senior Partai Aam Aadmi, Preeti Sharma mengaku iba terhadap perempuan yang menikah dengan sang menteri.
Pernyataan Singh tersebut muncul, di tengah seruan pemerintah India supaya warganya tetap mengikuti tradisi terkait pernikahan.
Singh menambahkan, seorang pria yang memiliki posisi senior dalam kelompok keagamaan juga tak pantas mengenakan celana jins.
Namun, banyak yang mengecam pernyataan Singh.
Dari 1.000 orang yang mengikuti survei Twitter yang digelar harian The Hindustan Times, 75 persen tak setuju dengan ucapan Singh.
Baca Juga: Yuk Intip Tradisi Perayaan Natal di 5 Negara, Menggantung Karangan Bunga hingga Nyalakan Kembang Api
Bukan kali ini saja Singh mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang perempuan.
Pada tahun 2013, saat menjadi kepala kepolisian Mumbai, Singh mengaitkan meningkatnya jumlah kasus perkosaan karena "budaya yang campur aduk" yang mentolerir perilaku tak senonoh, misalnya berciuman di ruang publik.
India telah berjuang untuk menangani kejahatan seksual terhadap wanita dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah pemerkosaan sekarang rata-rata 92 per hari.
Kejahatan seksual di India mendapat perhatian internasional pada tahun 2012, ketika seorang siswa berusia 23 tahun diperkosa dan dibunuh saat bepergian menggunakan bus di Delhi. (*)