Komunitas Jogja Nyah Nyoh, Dari Miris Banyaknya Kecelakaan hingga Gerakan Tambal Jalanan Berlubang
Komunitas Jogja Nyah Nyoh merupakan komunitas yang bergerak untuk menyemen jalanan-jalanan yang berlubang, Rabu (29/11/2017).
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Komunitas Jogja Nyah Nyoh merupakan komunitas yang bergerak untuk menyemen jalanan-jalanan yang berlubang, Rabu (29/11/2017).
Adit menjadi salah satu korban kecelakaan jalanan yang rusak/berlubang di Kota Yogyakarta.
Namun ternyata Adit tidak sendiri.
Temannya dan keluarganya juga pernah menjadi korban yang sama; terperosok dan terjungkal di jalanan yang berlubang.
Tidak ingin terus menerus menyalahkan dan menunggu respon pemerintah, Adit bersama rekannya yang sadar untuk memulai sebuah perubahan, dengan berani membentuk sebuah gerakan dan gebrakan bernama: NYAH NYOH.

Dihimpun dari akun Instagram @Merawat Jogja, JOGJA NYAH NYOH (JNN) pertama kali muncul di tahun 2015.
Sebuah gerakan untuk menyemen jalan yang berlubang di jalanan Jogja, khususnya jalan-jalan arteri.
Tradisi patungan dan ikhlas menolong adalah modal utama dalam memulai gerakan ini.
BACA Sukses di Dunia Hiburan, Roro Fitri Ungkap Jika Ingin Geluti Bidang Ini! Netter: Sebaiknya Jangan
Di siang hari, anggotanya terlihat beraktivitas seperti biasa. Siapa sangka, saat malam hari, puluhan anggota JNN tidak lantas bersantai-santai nongkrong ala anak muda.
Mereka turun ke jalan, menyusuri jalanan di Jogja, me-marking jalan yang berlubang dengan alat dan bahan swadaya.
Mereka menyemen dan memperbaiki jalan yang berlubang demi keselamatan jutaan orang yang melewatinya.
Tentu saja dengan perhitungan yang tidak asal-asalan.
Gerakan ini berbuah manis dengan mendapat perhatian dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Hingga akhirnya berkolaborasi dengan Bina Marga sebagai pengawas jalanan di Jogja.
Sebelumnya, dulu JNN kerap dianggap melanggar hukum.
Namun JNN percaya, mereka melakukan ini demi hak keselamatan di jalan yang ingin mereka tegakkan.
Kami lebih baik menambal jalan daripada menolong orang jatuh karena jalan yang berlubang. (*)