Fredrich Tuding Video Soal Dirinya Mengaku Suka Kemewahan Adalah Editan
"Sekarang tanya aja sama Najwa sana. Jangan you menggunakan Youtube yang editannya orang. Gitu aja cukup jawaban saya," kata Fredrich.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Akhir-akhir ini nama Fredrich Yunadi menjadi pembicaraan publik.
Bukan hanya kasus yang menimpa kliennya, Setya Novanto saja. Melainkan juga mengenai pernyataannya dalam sebuah wawancara dengan Najwa Shihab.
Dalam wawancara yang diunggah pada Jumat (24/11/2017) lalu, Fredrich ditanya mengenai tarifnya sebagai seorang pengacara.
Namun, tak hanya menjawab pertanyaan Najwa Shihab, ia juga memberi pernyataan yang cukup kontroversial.
"Saya suka mewah. Saya kalau ke luar negeri, sekali pergi itu minimum saya spend Rp 3 M, Rp 5 M. Yang sekarang tas Hermes yang harganya Rp 1 M juga saya beli. Saya suka kemewahan," tukas pria berusia 60 tahun tersebut.
Tak lama setelah video itu beredar dan menjadi viral, Direktorat Jenderal Pajak RI menanggapi melalui akun Twitter resminya dengan mengatakan:
"Dear #KawanPajak. Terima kasih untuk seluruh mention terkait video wawancara seorang pengacara.
Unit kami yang berwenang akan menindaklanjuti informasi tersebut," tulisnya.
Tak hanya melalui akun resmi Twitternya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani turut berkomentar soal pajaknya.
Kini, muncul lagi isu mengenai Fredrich yang menuding video tersebut adalah editan.
Dilansir dari akun Instagram Indozone.id, "Sekarang tanya aja sama Najwa sana. Jangan you menggunakan Youtube yang editannya orang. Gitu aja cukup jawaban saya," kata Fredrich, Rabu (29/11/2017).
Mengenai pernyataan Menteri Sri Mulyani bahwa Ditjen Pajak bisa menindaklanjuti isi wawancara dengan Najwa, Fredric mengatakan dirinya patuh pajak.
"Silahkan saja Ditjen Pajak telusuri sebagai tugas dan tanggung jawab mereka. Saya rakyat Indonesia yang patuh pajak dan tidak ada yang saya tutupi," kata Fredrich Yunadi.
Sementara, jurnalis dan presenter Najwa Shihab membantah tudingan Fredrich Yunadi.
"Karena yang saya upload di Youtube itu keseluruhan, seluruh omongannya Pak Fredrich. Dalam cuplikan-cuplikan yang kami tayangkan di media sosial juga kami tidak memotong, itu utuh omongan pak Fredrich soal itu," kata Najwa Shihab, Selasa (28/11).
⠀
Menurut Najwa cuplikan yang di tampilkan di media sosial juga tidak edit atau menyambung-nyambungkan omongan, itu satu kalimat utuh dari Fredrich.
⠀
"Seluruh omongannya dan potongan promo/cuplikan (yang ditampilkan) bukan sesuatu yang lain dari konteksnya sama sekali, tidak. Dalam cuplikan kami (juga) cantumkan lengkapnya bisa dilihat di Youtube," kata Najwa. (TribunWow.com/Dian Naren)