Inilah 6 Istilah yang Jadi Tren dalam Kasus Kecelakaan Setya Novanto

Usai kecelakaan yang menimpa Ketua DPR, Setya Novanto Kamis (16/11/2017) malam, banyak istilah-istilah yang menjadi trend di kalangan masyarakat.

Inilah 6 Istilah yang Jadi Tren dalam Kasus Kecelakaan Setya Novanto
istimewa
Foto Setya Novanto yang ditunjukkan Fredrich Yunandi 

TRIBUNWOW.COM - Usai kecelakaan yang menimpa Ketua DPR, Setya Novanto, Kamis (16/11/2017) malam, banyak istilah-istilah yang menjadi tren di kalangan masyarakat.

Istilah tersebut sering dikaitkan dengan nama Setya Novanto.

Istilah apa saja itu ?  Dilansir TribunWow.com sebagai berikut, Jumat (17/11/2017):

1. Fortuner

Mobil Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto dengan nomor polisi B 1732 ZLO, mengalami kerusakan pada bagian depannya karena menabrak tiang telepon.

Kaca depan dan samping mobil pun pecah.

Selain menyoroti sosok Setya Novanto, netizen juga mengomentari mobil Fortuner yang ditumpangi pimpinan DPR tersebut.

@adjisdoaibu: "Anak-anak fortuner bisa nunduk nih pas ketemu anak-anak agya."

@ulinyusron: "Penistaan Fortuner, seakan jadi mobil yang gak aman."

@penyejuk_hati_: "Butuh klarifikasi dari @ToyotaID apakah kecelakaan tunggal Fortuner menabrak tiang listrik di tengah kemacetan Permata Hijau benar dapat membuat mobil dan korban menjadi separah itu?"

Setya Novanto.
Setya Novanto. (Capture)

2. Gegar Otak

Pasca kejadian kecelakaan tadi malam, Setya Novanto dikabarkan mengalami luka parah di bagian kepalanya.

Kata Fredrich, menurut dokter yang memberikan diagnosa, Setya Novanto diduga keras gegar otak.

"Karena dengan luka memarnya di kepala itu," terang Fredrich Yunadi.

Kata Fredrich untuk dapat dilakukan MRI terhadap Setya Novanto harus menunggu dokter syaraf.

Untuk sementara dokter memberikan obat penenang.

Sampai saat ini Setya Novanto dikabarkan sudah sadarkan diri namun belum bisa melihat.

BACA Serangkaian Drama Setya Novanto: Mendadak Hilang Saat Akan Dijemput, Jadi Buron hingga Kecelakaan

Kondisi Setya Novanto usai kecelakaan
Kondisi Setya Novanto usai kecelakaan (Istimewa)

3. Berdarah-darah

Fredrich Yunadi selaku pengacara mengatakan kliennya mengalami kecelakaan yang sangat parah.

Novanto disebut berdarah-darah hingga bengkak di bagian pelipisnya.

Fredrich mengaku mendapat informasi kecelakaan tersebut dari ajudan Novanto.

Namun, saksi mata yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan hal yang sebaliknya.

Saksi yang identitasnya tidak disebutkan itu hanya berjarak 3 meter saat mobil Setya Novanto mengalami kecelakaan.

Saksi menuturkan pada saat itu Setnov mengenakan kemeja putih.

Meski mengiyakan ia melihat Setnov tidak sadarkan diri, namun menurutnya tidak ada darah yang keluar.

Kondisi Setya Novanto usai kecelakaan
Kondisi Setya Novanto usai kecelakaan (Istimewas)

4. Tiang Listrik

Dari video yang beredar, tampak mobil Fortuner hitam bernomor polisi B 1732 ZLO yang kabarnya ditumpangi Ketua Umum Golkar tersebut, menabrak tiang listrik yang berada di trotoar.

Kondisi mobil tidak terlalu parah. Hanya bagian depan sedikit ringsek.

Bahkan tiang listrik yang ditabrak masih berdiri tegak.

BACA JUGA Tak Kalah Cetar dan Glamor Dibanding Artis, Begini Potret Penampilan Istri Setya Novanto

Keadaan mobil Setya Novanto karena menabrak tiang listrik, tapi warga menilai ini janggal.
Keadaan mobil Setya Novanto karena menabrak tiang listrik, tapi warga menilai ini janggal. (KompasTV)

5. Bakpao

Akibat benturan mobil Setnov ke tiang listrik kemarin malam, Fredrich, kuasa hukum Setnov berujar clientnya tersebut dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Setya Novanto juga dikatakan mengalami luka parah di bagian kepalanya.

"Luka di bagian sini (pelipis), benjol besar segede bakpao," kata Fredrich.

Dari keterangan Fredrich diketahui, besok Setya Novanto akan melakukan pemeriksaan MRI dan diduga mengalami gegar otak.

Kondisi Setya Novanto usai kecelakaan
Kondisi Setya Novanto usai kecelakaan (Istimewa)

6. Hak Imunitas Dewan Diperkosa

Pengacara Setya Novanto mengatakan hak imunitas Setya Novanto sebagai dewan sedang diperkosa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada (15/11/2017).

"Kami merasa hak imunitasnya anggota dewan telah diperkosa sama perilaku yang dilakukan oleh KPK,

bagaimana soal undang-undang dasar ini bisa dilecehkan oleh KPK,

kami akan serahkan kembali kepada pemimpin tertinggi Republik Indonesia" ucap Fredrich Yunadi.

Berdasarkan undang-undang, anggota dewan memang memiliki hak imunitas.  (*)

Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved