Buruh Es Krim Aice Mogok Kerja, Juru Bicara SEDAR Mengaku Mendapatkan Ancaman
Juru bicara Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR), Sarinah mengaku mendapatkan ancaman dari PT Alpen Food Industry.
Penulis: Wulan Kurnia Putri
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Juru bicara Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR), Sarinah mengaku mendapatkan ancaman dari PT Alpen Food Industry.
PT Alpen Food Industry adalah produsen es krim Aice yang selama ini dikenal dengan harganya yang murah.
Dilansir dari akun Facebook Sarinah, ia mengaku menerima telepon dari seseorang.
Orang tersebut mengaku dari perusahaan es krim Aice.
• Kisah Miris Buruh Es Krim Aice di Balik Harganya yang Murah hingga Mogok Kerja
Orang tersebut marah-marah kepada Sarinah dan memintanya untuk menghapus postingan di website dalam 10 menit.
Sarinah juga diminta untuk melakukan permohonan maaf, karena dianggap telah mencemarkan nama baik perusahaan.
Sarinah pun mengaku mendapatkan ancaman akan dilaporkan ke pihak berwajib.
Namun ia mengaku tak gentar.
• Lihat Goyangannya! Mahasiswa Nyanyikan Lagu Jaran Goyang Saat Prosesi Wisuda, Begini Reaksi Rektor
Pasalnya Sarinah merasa apa yang dirinya lakukan adalah benar.
Melihat buruh yang melakukan aksi mogok kerja, menurutnya wajar jika dirinya tergerak.
Bahkan Sarinah juga mengajak semua orang untuk membantu buruh.
Sarinah berharap, jika pihak es krim Aice ingin masalah tersebut selesai dengan baik, pihak persahaan berhenti menyewa pengacara, manajer-manajer baru, memanggil ormas, polisi, dll.
• Joget Bareng Natasha Wilona, Verrell Bramasta Lupa Tutup Resleting Celana, Awas Dedeknya Terbang!
Sarinah meminta pihak perusahaan memenuhi hak 644 buruh.
Menurutnya, buruh tidak menuntut hal yang neko-neko, namun hanya sesuai dengan UU.
Sarinah juga mempertanyakan perusahaan bisa membuat pabrik baru di Surabaya hingga mendapatkan berbagai penghargaan, namun mengapa pihak es krim Aice sulit menjadikan buruh sebagai karyawan tetap.
Sebelumnya diketahui sebanyak 664 buruh PT Alpen Food Industry melakukan aksi mogok kerja.
Menurut siaran pers yang diunggah oleh akun Twitter @pembebasanbdg, Rabu (1/11/2017), para buruh PT Alpen Food Industry melakukan mogok kerja selama 15 hari pada 2-16 November 2017.
Hal itu dilakukan karena beberapa tuntutan buruh tidak dipenuhi oleh perusahaan.
Beberapa fakta yang menjadi derita buruh Aice yang tertulis pada siaran pers yang dikeluarkan oleh Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR).
Di antaranya, para buruh yang berstatus kontrak hanya menerima upah sesuai jumlah kehadiran.
Upah pokok buruh sebesar Rp 3,5 juta akan dipotong sesuai jumlah hari kerja.
• Kesaksian Pelanggan Alexis Papi dan Mami Pajang Cewek hingga Bocah Berkostum Ala Ahok
Pemotongan berlaku jika buruh tidak hadir dengan alasan apapun termasuk sakit.
Buruh dipekerjakan dengan kontrak berkepanjangan, antara 4-8 kali perpanjangan kontrak.
Aice dianggap menyalahi aturan karena mempekerjakan buruh untuk bagian produksi dari penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing).
Setiap pekerja yang ingin bekerja di pabrik es krim Aice masuk melalui calo dikenai biaya masuk kisaran Rp 2 hingga 3,5 juta.
• Pria Tak Datang di Hari Pernikahan, Pekerjaan Teraneh hingga Posisi Duduk Gambarkan Kepribadianmu!
Bahkan, ijazah mereka juga ditahan oleh perusahaan dengan bukti tanda diterima yang dipegang oleh buruh.
Aice juga kerap mempekerjakan buruh tanpa Surat Perjanjian Kerja (SPK).
Melalui aksi mogok, para buruh menuntut agar PT Alpen Food Industry bersedia mengangkat pekerja kontrak sebagai karyawan tetap.
Selain itu, para buruh meminta agar perusahaan lebih menjamin keselamatan pekerja.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/aksi-mogok-kerja-buruh-pt-alpen-food-industry-atau-pabrik-es-krim-aice_20171105_150028.jpg)