4 Fakta Ambruknya Kontruksi Tol Pasuruan-Probolinggo, Korban Masih Bertambah!
Kontruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tol Pasuruan-Probolinggo yang terletak di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati
Penulis: Bima Sandria Argasona
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Kontruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tol Pasuruan-Probolinggo yang terletak di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Pasuruan ambruk pada Minggu (29/10/2017).
Dilansir dari Surya, tol Paspro ini rencananya dibangun dengan panjang 31,30 kilometer.
Pengerjaan tol paspro ini melalui tiga tahap di atas lahan seluas 271 hektar.
Setelah jadi, nantinya akan ada simpang susun yang ada pada tol paspro tersebut.
Tiga simpang susung tersebut bernama simpang susu Tongas, simpang susun Probolinggo Barat, dan simpang susu Leces.
Kejadian ini menelan satu korban jiwa yang meninggal dan satu korban mengalami luka-luka.
Warga sekitar proyek dan petugas bekerjasama untuk mengangkat bangunan yang runtuh guna evakuasi korban.
Ada banyak fakta lain mengenai ambruknya kontruksi bangunan tol tersebut.
Tim TribunWow.com, berhasil mengumpulkannya dari berbagai sumber yang dapat dipercaya.
Simak ulasan selengkapnya di sini!
1. Kronologi kejadian
Kontruksi bangunan tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) tersebut roboh pada Minggu (29/10/2017), sekitar pukul 11 siang.
Dilansir dari Surya, Kosim, salah satu warga sekitar proyek menjelaskan bagaimana kronologi kejadiannya.
Ia sempat mendengar suara yang sangat keras sebelum diketahui, kontruksi tol tersebut roboh.
“Suara braknya sangat kencang sekali,” katanya.
Tak hanya Kosim, Majid yang juga merupakan warga sekitar proyek sudah menduga jika suara keras tersebut berasal dari proyek tol.
“Saya taunya dari suara. Terus saya batin, mungkin ada bangunan tol yang ambruk. Eh ternyata memang benar,” jelasnya.
Polisi dan pihak terkait terus mendalami bagaimana kronologi kejadian tersebut.
Dilansir dari Tribun Jatim, kejadian tersebut berawal dari pemasangan atau erection di Grati, panjang girder 50,80 m dengan menggunakan 2 crane masing-masing kapasitas 250 ton dan 150 ton.
Pemasangan yang dimulai dari Sabtu (28/10/2017) itu berhasil memasangan 3 girder, dan sekaligus memasang bresing.
Keesokan harinya yaitu pada Minggu (29/10/2017), petugas proyek meneruskan pekerjaan untuk memasangan girder ke empat.
Namun, saat girder sudah terpasang dan akan dilakukan pemasangan bresing, girder ini patah dan mengenai 3 girder yang sudah terpasang.
2. Korban Jiwa
Peristiwa robohnya konstruksi tol Paspro ini menelan korban jiwa.
Dilansir dari Tribun Jatim, sebelumnya sudah ada dua korban, satu meninggal dan satu luka berat.
Menurut salah satu warga, Rasyid mengatakan jika korban merupakan pekerja proyek.
“Saya tidak tahu namanya. Kayaknya bukan orang sini. Mereka pekerja proyek tol ini,” terangnya.
Setelah proses evakuasi dan menemukan kedua korban, mereka langsung dibawa oleh ambulance ke rumah sakit.
Rasyid memperkirakan jika korban masih akan bertambah, karena warga dan pihak yang bersangkutan masih melakukan proses evakuasi.
Dilansir dari Tribun Jatim, korban luka yang berhasil dievakuasi bertambah satu orang.
Sehingga korban dari robohnya kontruksi tersebut berjumlah 3, satu meninggal dan dua luka-luka.
Untuk identitas korban meninggal adalah Heri, pekerja mekanik dari PT Waskita.
Sugiono, Sopir mekanik dari PT Waskita, mengalami patah kaki.
Nurdin, karywan PT Pancang Sakti, mengalami luka pada punggungnya.
"Semuanya sudah kami evakuasi ke RS Soedarsono Purut Kota Pasuruan. Untuk yang meninggal dibersihkan dan persiapan dipulangkan ke rumah duka. Sedangkan korban luka menjalani perawatan," terang Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo.
3. Lakukan kerja sama untuk evakuasi proyek
Setelah berhasil megevakuasi tiga korban, pihak kepolisian masih akan menjalin kerjasama dengan pemilik proyek untuk bisa mengevakuasi dan mengangkat sisa-sisa reruntuhan, sehingga mepercepat proses evakuasi, jika masih ada korban yang belum ditemukan.
"Kami sedang koordinasi, semoga bangunan yang sempat runtuh tadi bisa segera dievakuasi," ungkap Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo.
4. Rancangan Tol Pasuruan Probolinggo
Kontruksi ini merupakan bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.
Dilansir dari Surya, tol Paspro ini rencananya akan dibangun dengan panjang 31,30 Kilometer (Km).
Pembangunan tol ini melalui tiga sesi, yaitu sesi satu yang akan melewati Grati - Nguling sepanjang 8 km.
Sesi kedua, perbatasan Nguling, Pasuruan - Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 Km, dan Sumberasih - Leces sepanjang 17,30 km.
Tol ini dibangun di atas lahan sekitar 271 hektar dan akan ada tiga simpang susun yang ada di atas tol ini.
(TribunWow.com/Bima Sandria)