Heboh Kata 'Pribumi' di Pidato Anies Baswedan, Benarkah Pribumi Benar-benar Masih Ada?
Di Indonesia, ada beragam jenis manusia, mulai dari Jawa yang keling, Sunda yang putih, Tionghoa yang sipit, sampai Papua yang hitam.
Editor: Galih Pangestu Jati
Meski datang terakhir, Herawati berkata bahwa orang-orang Formosa juga turut berpengaruh terhadap bahasa astronesia yang sekarang digunakan.
Meski demikian, pencampuran genetika tak berhenti sampai di situ.
Diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, Indonesia yang merupakan pusat perdagangan dunia memungkinkan percampuran genetik terjadi lebih banyak.
“Jadi ketika DNA seseorang dites, nanti bisa didapatkan ada China, India, dan Eropa. Kalau Minang kita sudah periksa, ada Eropanya karena itu kawasan maritim,” kata Herawati.
Penelitian Herawati dan koleganya pada tahun 2017 menggunakan sampel DNA dari 500 orang yang berasal dari 25 tempat di regional Asia.
Dia juga membandingkan genetika yang telah tersedia di bank genetika dari penelitian sebelumnya.
Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) itu menuturkan, dalam konteks indonesia, tidak ada genetika dominan yang menguasai dari barat ke timur.
Jangan Pernah Sepelekan Sarapan, 4 Manfaat Ini yang Akan Kamu Dapatkan
Dari ujung utara, genetika Austro-asiatik lebih banyak.
“Kemudian yang kedua, campurannya astronesia yang dapat dari Formosa tadi, terus baru yang lain. Makin ke timur makin banyak (percampuran),” kata Herawati.
Dia melanjutkan, pencampuran itu juga bisa menjelaskan perbedaan fisik. Karena itu evolusi.
Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semua akan seleksi dan adaptasi, sesuai dengan teorinya Wallace atau Darwin.
Yang selamat adalah mereka yang berhasil melewati medan yang sulit.
Adanya migrasi dan analisis DNA juga dapat menjelaskan keberadaan pribumi atau orang Indonesia asli.
Bila pribumi sering kali diartikan sebagai orang yang telah mendiami suatu tempat selama beberapa generasi, sains berkata sebaliknya.
“Pribumi itu 100 persen. Nah, yang 100 persen mana kalau kamu melihat hasilnya tadi? Tidak ada satupun yang 100 persen,” kata Herawati. (Kompas.com/Lutfy Mairizal Putra)
Berita ini telah diterbitkan oleh Kompas.com dengan judul "Faktanya, Semua Orang Indonesia "Imigran", Tidak Ada yang Pribumi"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi_20171017_115657.jpg)