Breaking News:

Elektabilitas Jokowi Masih Tinggi, Roy Suryo Bongkar Rahasianya

Joko Widodo masih mempunyai elektabilitas tinggi dan disebut masih menjadi calon terkuat dalam pemilihan Presiden 2019.

Penulis: Bima Sandria Argasona
Editor: Wulan Kurnia Putri
Kompas.com
Roy Suryo 

TRIBUNWOW.COM - Joko Widodo masih mempunyai elektabilitas tinggi dan disebut masih menjadi calon terkuat dalam pemilihan Presiden 2019.

Hal ini berdasarkan suvei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada 17-24 September 2017.

Dilansir dari Kompas.com, masyarakat diberikan pertanyaan siapakah sosok presiden yang akan dipilih pada pilpres 2019 nanti.

Hasilnya adalah sebanyak 34,2 persen responden memilih untuk Jokowi meneruskan pemerintahannya di periode kedua.

Berkat Dua Member SNSD Ini Eunhyuk Super Junior Mendapatkan Perlakuan Spesial Saat Wamil!

Sedangkan 11,5 persen responden memilih Prabowo untuk menjadi presiden di tahun 2019 nanti.

Burhanudin perwakilan dari Indikator Politik Indonesia menyimpulkan jika elektabilitas Prabowo masih kalah jauh dari Jokowi.

Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi, menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Sabtu (31/3/2012).
Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi, menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Sabtu (31/3/2012). (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

Namun, Prabowo masih mempunyai kemungkinan untuk mengungguli Jokowi karena masih ada waktu dua tahun sebelum pemilihan presiden pada 2019 nanti.

Pakar Telematika sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Parta Demokrat, Roy Suryo mengungkapkan rahasia kenapa Jokowi mempunyai elektabilitas yang tinggi dibading lawan-lawannya.

Bakal Silaturahmi dengan Mantan Gubernur DKI, Anies-Sandi Akan Kunjungi Ahok di Tahanan?

Dia mengatakan jika semua itu karena adanya buzzer politik yang bekerja di dunia maya.

"Saya juga melihat di dunia maya. Saya juga mengapresiasi kepada para tim yang berada di balik pencapaian ini. Timnya bekerja begitu luar biasa ekstra keras," ujar Roy saat hadir sebagai penanggap saat rilis survei Indikator Politik Indonesia, di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2017), dikutip dari Kompas.com

Buzzer tersebut akan membantu Jokowi untuk menaikkan citranya dengan cara memberikan apresiasi di setiap hal positif yang dilakukan oleh Jokowi.

Sebaliknya, buzzer tersebut akan memusuhi orang-orang yang berusaha mengkritik atau menjatuhkan Jokowi.

Berdandan Elegan di Atas Panggung Besar, Lagi-lagi Ada Sesuatu yang Nongol di Tubuh Ayu Ting Ting

"Jadi kalau ada berita dan komentar bagus tentang Pak Jokowi langsung timnya bergerak emot jempolnya banyak langsung," kata dia.

Karena fenomena tersebut, membuat orang-orang menjadi takut untuk memberikan kritikan.

Joko Widodo
Joko Widodo (KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES)

Mereka akan memilih diam daripada mendapatkan cibiran kerasa dari buzzer tersebut.

Roy menambahkan jika buzzer tidak pernah ada di masa pemerintahan sebelumnya.

Buzzer baru saja menyerebak saat pemerintahan Jokowi-JK.

Geger Maling Sakti di Tanjungpinang yang Hilang Saat Dihajar, Warga Selanjutnya Lakukan Hal Ini!

Ia menilai jika fenomena buzzer seharusnya tidak terus berkembang karena ditakutkan tidak akan ada ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik kepada pemerintah.

"Pemerintah kalau ada kritikan terbuka saja, demi kemajuan bangsa ini. Jangan alergi dengan kritik, harus ada ruang kritik. Karena semua rezim tidak pernah ada yang semuanya bagus, termasuk Pak SBY," katanya.

Berdasarkan survei yang dilakukan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap tiga tahun kinerja Jokowi-JK mencapai 68,3 persen. (TribunWow.com / Bima Sandria)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Roy SuryoPresiden Joko Widodo (Jokowi)TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved