Ngeri! Penjual Kue Dimutilasi karena Bisnisnya Lebih Sukses dari Temannya
Seorang pria Bangladesh penjual kue ditemukan tewas mengenaskan dengan bagian tubuh yang terpotong-potong.
Penulis: Ekarista Rahmawati Putri
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Seorang pria Bangladesh penjual kue ditemukan tewas mengenaskan dengan bagian tubuh yang terpotong-potong.
Pria tersebut ditemukan tewas di sebuah saluran got di dekat sebuah masjid sektor 27, Shah Alam, Malaysia, Senin pagi (25/9/2017).
Seperti dilansir dari Worldofbuzz, korban yang diduga berusia sekitar 30 tahun itu diketahui memiliki bisnis kue tradisional Bangladesh yang sukses di Malaysia.
Patah Hati Diselingkuhi Istri, Pria Ini Tayangkan Aksinya Gigitkan Tangan ke Ular Beracun
Dia dilaporkan tewas karena dibunuh oleh seorang teman yang juga penjual kue tradisional, pada Kamis lalu (21/9).
"Korban meninggal akibat luka di kepala lantaran dipukul menggunakan palu. Tubuhnya kemudian dipotong-potong sebelum dimasukkan ke dalam karung. Karung itu dibuang ke dalam got yang menghadap Masjid Baitul Mahabbah, " ujar Kapolda Shah Alam, Shafien Mamat, dilansir dari Mail Melayu.

"Mayatnya ditemukan setelah karyawannya membuat laporan orang hilang pada hari Senin. Dia diketahui menghilang sejak Kamis (21 September)," tambahnya.
"Dua tersangka, pria Bangladesh berusia 30tahun-an ditangkap setelah mereka mengaku telah membunuh korban. Mereka kemudian membawa polisi ke got dimana tubuh korban dibuang sekitar pukul 2 siang, Senin," papar Kapolda Shah Alam, Shafien Mamat.
Kemudian pihak berwenang mengungkap alasan tersangka membunuh orang tersebut.

Perbuatan keji itu mereka lakukan karena bisnis korban jauh lebih maju daripada bisnisnya.
"Keduanya menjual kue tradisional Bangladesh. Tersangka pertama menyuruh korban ke apartemennya di Taman Bunga Negara sekitar pukul 11pagi Kamis lalu, tempat di mana dia membunuh korban, " ungkap Kapolda Shah Alam.
Wanita Ini Tak Mau Lahirkan Bayinya, 46 Tahun Kemudian Janinnya Berubah Jadi. . .
"Tubuh korban kemudian dibuang ke got di sini dengan bantuan tersangka kedua, sekitar pukul 1.30 siang di hari yang sama,"lanjutnya.

"Kami belum mengambil senjata yang digunakan dalam pembunuhan tersebut. Tidak ada kartui identitas yang ditemukan pada korban, "ujar Shafien Mamat pada New Straits Times.
Kasus pembunuhan tersebut saat ini sedang diselidiki polisi dan tersangka dijerat berdasarkan pasal KUHP Bagian 302, menurut Kapolda Shah Alam. (TribunWow.com/Ekarista Rahmawati P.)