Gara-Gara Mati Listrik, Presiden Minta Maaf dan Menteri Perekonomian Mengundurkan Diri
Taiwan mengalami pemadaman listrik terburuk dalam dua dekade terakhir pada Selasa (15/8/2017).
Penulis: Galih Pangestu Jati
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Taiwan akan melakukan tinjauan komprehensif terhadap jaringan listriknya yang lemah.
Dilansir dari Staits Times, langkah ini dilakukan setelah Taiwan mengalami pemadaman listrik terburuk dalam dua dekade terakhir pada Selasa (15/8/2017).
Oleh karena kasus ini, perusahaan milik negara pun dianggap bertanggung jawab atas peroses pergantian catu daya yang cacat.
Selasa (15/8/2017) malam waktu setempat, Presiden Tsai Ing-wen meminta maaf melalui halaman resmi Facebook.
"Listrik bukan hanya masalah tentang mata pencaharian masyarakat tapi juga masalah keamanan nasional. Sebuah tinjauan komprehensif harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem tenaga listrik dapat mudah dilumpuhkan oleh kesalahan manusia," tulisnya.
Alasan Mengejutkan di Balik Ibu-ibu yang Nekat Berseragam SD di Solo
Pada Rabu (16/8/2017), Presiden Tsai mengatakan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di 17 kota dan kabupaten ini menunjukkan jaringan listrik rapuh.
Hal ini menjadi pemicu pemerintah untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan infrastruktur pulau.
Tim investigasi pun dibentuk oleh presiden untuk menangani kasus ini.
Tak hanya itu, presiden juga menginstruksikan untuk membenahi masalah tersebut.
Apabila tidak, masalah ini akan menghambat semua sistem yang ada di Taiwan.
Masalah ini pun ternyata juga berdampak pada perpolitikan Taiwan.
Karena kasus tersebut, Menteri Perekonomian Lee Chih-Kung mengundurkan diri pada Rabu (16/8/2017) pagi waktu setempat.
Kedudukannya digantikan oleh wakilnya, Shen Jong-chin. (TribunWow.com/Galih Pangestu J)