Breaking News:

Tips Memilih Deposito Online di Bank

Produk yang tengah semarak di tengah perkembangan adalah deposito online. Jika tertarik, pertimbangkan dulu empat hal dari HaloMoney.co.id berikut ini

Editor: Wulan Kurnia Putri
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNWOW.COM - Kemajuan teknologi internet membawa perubahan tidak kecil pada industri finansial termasuk perbankan.

Bank-bank semakin banyak berbenah memberikan layanan yang praktis melalui kanal elektronik (e-channel) seperti internet banking, mobile banking juga SMS banking.

Nah, salah satu produk yang kini tengah semarak di tengah perkembangan layanan serba online adalah deposito online.

Deposito sejauh ini tercatat sebagai salah satu produk bank yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia sebagai wahana untuk menyimpan dana.

Deposito dinilai cukup aman dibanding produk investasi pasar modal karena mampu memberikan fixed return dan nilai pokok dana terjamin.

Bila saat ini Anda tertarik menempatkan dana di produk deposito online, pertimbangkan dulu empat hal dari HaloMoney.co.id berikut ini:

1. Cari minimal penempatan dana yang rendah

Kebanyakan bank mensyaratkan nilai minimal penempatan dana deposito non-online adalah sebesar Rp 10 juta untuk deposito ritel.

Adapun untuk produk deposito online, nominal terkecil penempatan dana lebih bervariasi.

Ada bank yang mematok minimal Rp 10 juta, ada juga yang bisa di bawah itu.

Anda bisa memilih untuk  menempatkan dana di deposito online dengan syarat nominal yang rendah.

Mengapa?

Dengan syarat nominal rendah, Anda bisa meningkatkan produktivitas dana yang Anda miliki lebih cepat, tanpa menunggu uang terkumpul dalam jumlah tertentu.

Ada bank yang mensyaratkan nominal dana mulai Rp 1 juta, Rp 5 juta sampai Rp 8 juta.

Baca juga: Pedagang Menangis Karena Omzet Turun, Ini Kiat Meningkatkan Omzet

2. Pilih yang memiliki opsi ARO

Bila Anda tidak memiliki target tertentu kapan akan mencairkan dana deposito, pilihlah produk deposito online yang memberlakukan perpanjangan masa simpanan secara otomatis (automatic roll over/ARO).

Dengan mengaktifkan fitur ARO, Anda tidak perlu pusing kapan harus mencairkan dana tersebut.

Risikonya, Anda bisa terkena penalti bila mencairkan sebelum jatuh tempo dan tidak mendapatkan bunga berjalan.

3. Pilih yang tanpa penalty

Penalti atau potongan dalam persentase tertentu biasa dikenakan bila nasabah deposito mencairkan dana mereka sebelum tanggal jatuh tempo.

Ini berlaku pada deposito konvensional maupun deposito online.

Namun, tidak semua deposito online memberlakukan penalty.

Beberapa produk deposito online tidak menetapkan penalty apapun kendati pemilik rekening mencairkan dananya sebelum jatuh tempo.

Risikonya hanya, deposito tersebut tidak mendapatkan bunga berjalan.

Baca juga: Strategi Berhemat yang Jitu dan Mudah bagi Para Working Mom

4. Pencairan paling mudah

Deposito online hanya bisa dibuka melalui kanal e-channel seperti internet banking atau mobile banking.

Nah, pastikan juga  untuk mencairkan deposito online tersebut caranya tidak ribet.

Pada umumnya, pencairan deposito online juga cukup dengan fitur yang tersedia di internet banking bank tersebut. 

(Sumber:Halomoney.co.id)

Tags:
InternetIndonesiaOnline
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved