Indah dan Hangat! Para Pemuka Agama Lakukan Aksi 'Ekstrem' saat Bulan Ramadan
Para pemimpin agama di Malaysia melakukan aksi tak biasa di sepanjang jalan Penang.
Penulis: Maya Nirmala Tyas Lalita
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM - Para pemimpin agama di Malaysia melakukan aksi tak biasa di sepanjang jalan Penang pada 22 Juni 2017 lalu.
Aksi tersebut sejatinya didorong oleh keinginan untuk hidup harmonis di tengah masyarakat yang menganut beragam agama.
Dilansir dari World of Buzz, Malaysia memang ingin mewujudkan 'Melting Pot' alias perbedaan yang melebur menjadi kesatuan yang harmonis.
Bersama Tokoh Lintas Agama, Bogor Bertakbir Sukses Digelar, Aman dan Harmonis
Memang tak jauh berbeda dengan Indonesia.
Melihat keunikan di negaranya itu, sekelompok pemuka agama dari iman yang berbeda membuat sebuah 'perjalanan spiritual'.
Postingan Menteri Agama Bikin Warganet Ramai-ramai Ucap Alhamdullilah
Artinya, para pemuka agama ini berjalan kaki mengunjungi tempat-tempat ibadah di Penang, Malaysia.
Dalam perjalanan yang bertajuk 'Jalan Harmoni' ini mereka telah mengunjungi Masjid Kapitan Keling, Masjid Acheen Street, Gereja Georger the Martyr, Kuil Dewi Mercy, dan Kuil Sri Maha Mariamman, dan beberapa tempat ibadah lainnya.
Ngobrol dengan Siswa SMP Pakai Gaya Ngapak, Jokowi Beri Pesan Keberagaman
Tak hanya diikuti oleh pemuka agama saja, tetapi ada 50 partisipan yang mendukung dan ikut terjun langsung dalam kegiatan ini.
Para pemimpin agama yang hadir pun tampak gemerlap mengenakan pakaian religius dan tradisional sebagai identitas.
Dipimpin oleh ketua Masjid Acheen Street, Yusof Rawa dan seorang aktivis, Anwar Fazal, semua mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat membagikan cinta kepada setiap orang yang mereka temui dalam perjalanan.
Perjalanan harmoni ini mereka awali dari Gereja George the Martyr, kemudian menuju ke Kuil Dewi Mercy, Kuil Lord Ganesh, Kuil Sri Maha Mariamman, lalu ke Masjid Kapitan Keling, dan berakhir di Masjid Acheen Street.
Di akhir perjalanan, Yusof Rawa sempat memberikan ceramah yang menyentuh mengenai hidup bersama dalam keberagaman.
(Malaysiakini)
Dia juga mengatakan, perjalanan ini bisa mempererat persaudaraan di tengah-tengah masyarakat yang multi etnis dan agama.
Tentu kegiatan ini menjadi fenomena ekstrem dan tak biasa bagi masyarakat sekitar.
Namun, melalui 'Jalan Harmoni', sedikit banyak masyarakat sadar bahwa hidup harmonis di dalam perbedaan sangat indah.
Tak sampai di situ, Uskup Penang, Sebastian Francis mengatakan bahwa setiap manusia sejatinya diminta untuk menjadi pembawa damai di manapun ia berada.
Lantaran kegiatan itu berlangsung saat bulan Ramadan, setelah lelah berjalan dan menyapa masyarakat, mereka berkumpul untuk berbuka puasa bersama. (TribunWow.com/Maya Nirmala Tyas Lalita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/para-pemuka-agama-di-malaysia_20170629_142617.jpg)