Jadi Menteri 4 Kali, Wiranto: 'Pemerintahan Jokowi-JK Tiada Hari Tanpa Rapat Terbatas'
Berada di empat era kepemerintahan Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, memiliki cerita menarik.
Penulis: Tinwarotul Fatonah
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Berada di empat era kepemerintahan Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, memiliki cerita menarik.
Ia menceritakan perbedaan terkait rapat di empat pemerintahan, yakni era Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur dan Jokowi.
Dua kali menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan di era Soeharto dan Habibie, serta dua kali menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di era Gus Dur dan Jokowi.
Wajar kalau Wiranto memiliki kisah di masing-masing kepemimpinan Presiden RI tersebut.
Panas! Wiranto Panggil Polri TNI Terkait Makar hingga Sandi Belum Jadi Wagub Sudah Dikritik Keras
Namun, kali ini ia membandingkan keempat pemimpin tersebut dari frekuensi rapat.
Melansir dari kompas.com, dari pemerintahan di era Soeharto berkuasa, rapat dilakukan lima kali dalam satu bulan, yang terdiri dari satu rapat paripurna, satu rapat kementerian koordinator, dan satu rapat cadangan.
Di zaman Habibie, rapat dilakukan dua kali dalam satu pekan.
Sementara itu, pada era Gus Dur, ia merasa rapat dianggap bukan suatu hal yang menjadi rutinitas. Frekuensinya pun tidak teratur.
Pun pada era Gus Dur, ia pernah usul kepada Gus Dur persoalan rapat ini.
"Saya pernah usul ke Gus Dur kalau rapat menteri ke Polkam saja, nanti dilaporkan ke presiden. Katanya, ya bagus itu," kata Wiranto di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Sabtu (27/5/2017).
Hal berbeda dijumpai saat Jokowi memimpin pemerintahan. Dalam satu hari bisa dilakukan dua hingga tiga kali rapat.
Jika dikalikan satu bulan, rapat bisa dilakukan sampai 36 kali. Menurut Wiranto, aturan Jokowi mengenai rapat sesuai dengan nama kabinetnya, Kabinet Kerja.
"Memang benar-benar kerja, kerja, kerja," kata dia.
Wiranto menyayangkan masih saja ada anggapan bahwa pemerintah Jokowi tidak pro rakyat dan tidak sesuai dengan janji-janji kampanye dulu.
"Ini ngerti enggak sih, coba gantian gitu jadi menteri," kata Wiranto.
"Bukannya bela pemerintah, saya bicara jujur, ini bulan puasa. Tidak bohong saya," lanjut dia.
Jawaban Jokowi saat Ditanya Maju Jadi Capres 2019
Dari empat gaya pemerintahan yang dia ikuti, Wiranto menganggap pemerintahan Jokowi yang paling mantap soal urusan kerja.
"Saya jamin pemerintah Jokowi-JK ini yang paling baik. Tidak ada hari tanpa rapat terbatas," ujar Wiranto.
Cerita Wiranto yang dimuat Kompas.com itu mendapat berbagai respon dari netizen.
Ada yang membenarkan pernyataan Wiranto jika di era Jokowi memang prospeknya lebih baik.
"Setuju pak, sy merasa pemerintahan sekarang prospeknya cukup baik, memang sekarang agak berat,, terutama bagi rakyat yg biasa dicekoki subsidi, tetapi ke depan insyaallah akan mbaik, krn dasarnya sdh ada," tulis akun dengan nama Uhhan.
"Bener, kabinet jokowi yg paling produktif baik pembangunan fisik dan fasilitas lain mungkin krn gesit mengganti menteri yg payah. tinggal perbaiki manuver politik krn ada musuh dalam selimut di ring satu," tulis Truno Joyo.
Namun juga ada netizen yang mengkritik Wiranto karena dianggap tidak etis membandingkan keempat pemerintahan yang berbeda itu.
"Waduh. gak etis pak bandingin pemerintahan oleh seorsng menetr . atau nyari muka nih,?" tulis akun dengan nama syahrul khan. (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/wiranto_20170528_203137.jpg)