Banyak Kepala Negara Ingin Datang ke Indonesia, Sebentar Lagi Raja dari Negara Ini Akan Datang
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan jika saat ini banyak pimpinan negara yang ingin mengunjungi Indonesia.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan jika saat ini banyak pimpinan negara yang ingin mengunjungi Indonesia.
Dalam agenda terdekat, Arrmanatha mengungkapkan jika Raja dan Ratu Swedia, Carl XVI Gustaf dan Silvia, akan mengunjungi Indonesia pada 22-24 Mei 2017 mendatang.
Ia juga mengungkapkan alasan mengapa para pemimpin negara ingin mengunjungi Indonesia.
"Indonesia dilihat sebagai negara yang punya banyak potensi. Bisa diajak kerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan kedua negara," kata Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (18/5/2017), dikutip dari Kompas.com.
Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mendapat kunjungan dari Presiden Lithuania, Dalia Grybauskaite pada Rabu (18/5/2017) kemarin.
Kondisi Terbaru Stasiun Klender Pasca Kebakaran Hebat, No 4 Paling Melegakan!
Sejak dijalinnya hubungan diplomatik antar kedua negara 24 tahun lalu, kunjungan ini merupakan kunjungan pertama kali Presiden Lithuania ke Indonesia.
"Kemarin terima Presiden Lithuania. Senin besok terima Raja dan Ratu Swedia," ungkap Arrmanatha.
Sejumlah kepala negara juga mengungkapkan keinginannya untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Indonesia ketika Jokowi menghadiri pertemuan One Belt One Road (OBOR) di Beijing, China.
"Presiden pas ke OBOR, banyak permintaan untuk melakukan pertemuan bilateral. Walaupun tak semua bisa terakomodir karena waktu terbatas," kata dia.
Banyak negara yang ingin mengundang Jokowi
Selain banyak negara yang ingin mengunjungi Indonesia, ternyata banyak pula negara yang ingin mengundang Jokowi ke negara mereka.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
"Yang diperhatikan adalah undangan terhadap Presiden untuk berkunjung ke negara-negara itu banyak sekali," kata Retno ditemui di Hotel Conrad Beijing pada Senin (15/5/2017) malam, dikutip dari Kompas.com.
Kisah Menakjubkan di Stasiun Kroya, Pria Ini Kembalikan Uang Ratusan Juta yang Ia Temukan
Hal itu diungkapkan oleh Retno usai menghadiri pertemuan kepala negara/pemerintahan pada diskusi meja bundar KTT Belt and Road Forum.

Ajakan para kepala negara/pemerintahan tersebut disampaikan kepada Jokowi saat berada di ruang tunggu VVIP Yangqi Lake International Conference Center sebelum diskusi meja bundar dimulai.
"Ada beberapa yang juga menyampaikan ingin berkunjung ke Indonesia. Jadi setiap ketemu, ayo datang ke negara saya, ada ajakan dan sudah sampai tanggal datang pada bulan ini hingga sebagainya," kata Retno.
Para kepala negara/pemerintahan negara tersebut juga mengungkapkan keinginannya untuk berkunjung ke Tanah Air.
"Kita melihat bahwa hal itu menunjukkan adanya satu posisi khusus Indonesia, apalagi tadi pada saat menyampaikan pernyataan, Presiden menyampaikan mengenai posisi kita di dalam konteks Indo Pacific," kata Retno.
Haduh! Presiden Jokowi Akui Indonesia Kalah dari Malaysia, Berbanding Terbalik dengan Masa Lalu
Menurut Retno, Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat strategis, yakni berada di antara dua samudera, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Dalam menghadiri KTT Belt and Road Forum for International Cooperation, Jokowi juga membahas mengenai potensi kerja sama di bidang infrastruktur dan konektivitas.
Kerja sama ini diharapkan dapat memberi keuntungan bagi semua pihak terkait dan saling menghormati kedaulatan serta integritas negara. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)