Breaking News:

Deretan Fakta Tentang Karangan Bunga di Mabes Polri! Nomor 3 Bikin Tercengang

Karangan-karangan bunga yang sudah berjajar di sana sebagian besar menuliskan dukungan dan ucapan terima kasihnya untuk Presiden RI, Polri, dan TNI.

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Kiriman karangan bunga di halaman gedung utama di Polda Metro Jaya, Rabu (3/5/2017) 

TRIBUNWOW.COM - Demam karangan bunga tampaknya sedang mewarnai kota Jakarta.

Kini, karangan bunga tersebut merambah ke Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri).

Pemandangan berbeda terlihat di sana pada, Rabu (3/5/2017) pagi.

Aksi 1000 Lilin: Wujud Kekecewaan Pendukung Ahok Kepada Buruh yang Bakar Karangan Bunga

Melansir dari Kompas.com, jajaran karangan bunga terlihat memagari markas kepolisian tersebut.

Karangan-karangan bunga yang sudah berjajar di sana sebagian besar menuliskan dukungan dan ucapan terima kasihnya untuk Presiden RI, Polri, dan TNI.

Seorang petugas yang sehari-hari berjaga di pos keamanan Mabes Polri pun mengatakan bahwa karangan-karangan bunga tersebut sudah dikirim sejak, Selasa (2/5/2017) petang.

Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun oleh tim TribunWow.com terkait karangan bunga yang membanjiri Mabes Polri.

Habis Karangan Bunga Terbitlah Pohon Berpantun, Ada Saja Cinta untuk Ahok!

Simak selengkapnya!

1. Tanggapan Kapolri terkait banyaknya karangan bunga yang berdatangan ke Mabes Polri

Melansir dari Tribunnews.com, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan ucapan terima kasihnya bagi warga yang mengirimkan karangan bunga ke Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Tito menganggap kiriman tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Polri dalam melaksanakan tugasnya.

Ia mengatakan bahwa karangan bunga tersebut adalah dukungan kepada Polri untuk melakukan tindakan yang tegas kepada kelompok-kelompok yang intoleran, kelompok-kelompok yang sekiranya mengganggu NKRI.

Dukungan warga berupa karangan bunga tersebut membuat Polri lebih termotiviasi dalam menindak kelompok radikal dan anti-Pancasila yang meresahkan masayarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto pun memberikan tanggapannya yang serupa.

Menurutnya, karangan-karangan bunga itu menunjukkan kepedulian masyarakat atas kondisi yang tengah terjadi di Indonesia.

2. 'Demam' Karangan bunga, membuat pengusaha bunga kebanjiran pesanan untuk dikirim ke Mabes Polri dan TNI

Karena fenomena 'demam' karangan bunga yang kini membanjiri Mabes Polri, pengusaha bunga pun mengaku mendapatkan pesanan bunga dari berbagai masyarakat.

Pesanan karangan bunga tersebut hendak dikirimkan ke Mabes Polri, Mapolda Metro Jaya, dan Mabes TNI.

Melansir dari Tribunnews.com, Krekot Florist satu diantara toko yang membuka usaha karangan bunga ini mengaku kebanjiran pesanan.

Mereka diminta untuk mengirimkan karangan bunga seharga sekitar Rp 750 ribu sampai Rp 2 juta ke markas kepolisian dan TNI.

"Banyak yang pesan sampai puluhan untuk Polda, Mabes, ke Cilangkap (Mabes TNI) juga," ucap Bobby seorang pekerja Krekot Florist saat dikonfirmasi, Rabu (3/5/2017).

Krekot Florist akan mendapat pesanan untuk dikirimkan hingga, Selasa (9/5/2017).

Mendapat banyak pesanan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pengusaha dan karyawan karangan bunga.

"Karena banyak pesanan, ya kita alhamdulillah saja. Senang. Karena kita mempekerjakan banyak orang. Karena kita, petani bunga jadi lebih baik. Kita ambil petani Bandung, Sukabumi, Semarang, dan Malang," tutur Bobby.

3. Ada satu karangan bunga yang meminta polisi tangkap Habib Rizieq Shihab

Terhitung ada sekitar 200 karangan bunga yang menghiasi seputaran komplet utama Mabes Polri, Gedung Bhayangkari hingga Gedung Divisi Humas Polri.

Umumnya karangan tersebut menyampaikan pesan tulisan berupa dukungan dan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian yang menjaga NKRI dan Pancasila atas dinamika perkara penodaan agama Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Melansir dari Tribunnews.com, diketahui, sebagian besar karangan itu dikirim oleh para alumni kampus, kesatuan mahasiswa, individu, perusahaan, bahkan anonim.

Namun ada satu karangan bunga yang bertuliskan pesan yang tidak biasa seperti karangan-karangan bunga lainnya.

Karangan bunga yang dikirim oleh Pancasila Warriors tersebut tertulis 'Mohon hakim membebaskan Pak Ahok, Pak Ahok Tidak Bersalah, Pak Ahok Tidak Menista Agama"

Selain itu, tampak karangan bungan bertuliskan, "Yth Pak Tito Karnavian dan Jajaran Polri, Terima Kasih Telah Setia Menjaga NKRI, Tangkap Rizieq-Bubarkan FPI, Tolak Radikalisme Pemecah Bangsa, NKRI Harga Mati, Dari Kami Yang Cinta NKRI."

4. Ragam pesan lucu pada karangan bunga yang berjejer di Mabes Polri

Bunyi tulisan di karangan bunga tersebut beragam, mulai dari dukungan dengan kalimat serius hingga ucapan yang "nyeleneh".

Satu diantara tulisan di karangan bunga yang bernada serius dikirim oleh Alumni SMA Asisi '97.

"Tegas itu teguh dalam asa. Jauh dari keraguan. Terima kasih Pak Tito, ketegasanmu mengawal Pilkada menumbuhkan rasa aman bagi kami. Kawal terus Pancasila dan NKRI. Kami yang mendukung Kepolisian Republik Indonesia".

Ucapan lainnya dikirim oleh pengirim yang bernama "Kami yang Rindu Indonesia Damai" bertuliskan " Polri tegas!! Basmi radikalisme dan intoleran!! NKRI harga mati. People are behind you!! Kami tidak takut!!"

Tak hanya pesan-pesan yang serius, para pengirim pun juga banyak yang memberikan pesan-pesan yang bisa bikin ngakak.

Seperti karangan bunga yang dikirim oleh "Pendukung NKRI yang paling Hitz"

Karangan bunga itu bertuliskan "Terima kasih Bapak Kapolri. Sikat ajaaaaa radikalisme pak.... Jangan ragu. Demi NKRI".

Ada pula yang menyertakan hashtag atau tanda pagar lucu seperti dalam karangan bunga "Geng Timaritis 7".

Tulisannya berbunyi "Jenderal Tito dan Jenderal Gatot, kami dukung TNI dan Polri melawan aksi intoleransi dan anarkis. NKRI, Pancasila, dan UUD 45 harga mati!! #ojokasihkendormaaaassss #TNIPOLRIHARAPANBANGSA"

Karangan bunga lainnya yang mencolok dikirim atas nama "Linda Evans-Uruguay".

Papan karangan bunga tersebut cukup besar dengan latar belakang warna merah.

Tulisan dalam karangan bunga itu "Presiden Jokowi, Kapolri Jend Tito Karnavian, Pangab Jend Gatot Nurmantyo, Tiga pilar kokoh penjaga NKRI. Titip jagain Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika ya pak. I love you, I love you, I love you".

Hal lain yang membuat ratusan karangan bunga itu menarik, yakni nama-nama pengirimnya.

Beberapa karangan bunga dikirim atas nama individu, ada juga atas nama komunitas.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, salah satu nama pengirim yang nyeleneh, yakni "Macan Ternak" yang merupakan singkatan dari "Mamak-mamak Cantek Anter Anak".

Tulisan di karangan bunga mereka, yaitu "NKRI, Pancasila, dan UUD' 45 harga mati!!! Terima kasih TNI- Polri, Terima kasih Pak Tito sudah mengawal keutuhan negeri ini. Kami Macan Ternak mendukung Bapak. Jangan kasih kendor leeebbbaaasss!!!".

Ada juga kiriman dari "Genk Mami Pasar" dengan tulisan "Terima kasih telah menegakkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika". (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Mabes PolriTNITito KarnavianPresiden RI
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved