Breaking News:

Heboh! Mensesneg Minta Ahok Keluar dari Istana, Kok Bisa?

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, terkejut saat melihat wartawan yang berkerumun dan merapat didekat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Galih Pangestu Jati
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mencoba menghentikan wawancara media dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (18/3/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, terkejut saat melihat wartawan yang berkerumun dan merapat didekat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Dikutip dari Kompas.com, para awak media bertanya kepada Ahok terkait Pilkada dan Asian Games saat kesempatan tersebut.

Melihat ramainya kerumunan wartawan, Pratikno bermaksud untuk mengakhiri sesi wawancara Ahok.

"Aduh kok wawancaranya di sini," kata Pratikno, seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun Pratikno sulit mendekati Ahok karena padatnya kerumunan wartawan.

Ia sempat memberikan kode kepada Ahok dari kejauhan melalui lambaian tangan.

Namun Ahok tidak melihat dan masih menanggapi pertanyaan wartawan.

Akhirnya Pratikno meminta stafnya untuk memberitahukan kepada ajudan Ahok.

"Ajudannya mana ajudan?" kata Pratikno.

Tak lama kemudian Ahok sudah terlebih dahulu berhenti bicara dan meninggalkan kerumunan wartawan.

Para wartawan masih tetap mengikuti Ahok dari belakang, sembari melakukan wawancara.

Amanat Presiden tentang Pilkada DKI

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyampaikan amanat Presiden Joko Widodo.

Amanat tersebut disampaikan Wiranto saat apel pembekalan dan persiapan pengamanan Pilkada DKI putaran kedua.

"Saat kami menghadap Presiden RI, beliau jelas sampaikan pesan bahwa biarkanlah masyarakat DKI melaksanakan hak pilihnya dengan baik dengan aman dengan sebebasnya dan tak ada intimidasi dan ancaman dari pihak manapun," kata Wiranto kepada ribuan personel keamanan di Ecovention, Ancol, Selasa (18/4/2017), dikutip dari Kompas.com.

Wiranto juga menegaskan bahwa sejatinya Pilkada adalah pesta demokrasi.

Maka sepatutnya dilakukan dengan suka cita, bebas memilih tanpa intimidasi.

Ia juga mengajak segenap pihak untuk mewujudkan Pilkada damai, bebas dan tanpa intimidasi. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Menteri Sekretaris Negara PratiknoBasuki Tjahaja Purnama (Ahok)Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved