Kerja 20 Jam Sehari, Tim Sapu Angin ITS Siap Taklukan Asia
Sekolompok mahasiswa ITS banting tulang menciptakan mobil hemat energi yang akan didaftarkan dalam lomba Eco Shell Asia 2017 di Singapura.
Penulis: Maya Nirmala Tyas Lalita
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM - Sekolompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya banting tulang menciptakan mobil hemat energi yang akan didaftarkan dalam lomba Eco Shell Asia 2017 di Singapura.
Setelah memenangkan berbagai ajang tingkat dunia, kini ITS akan kembali menunjukkan kebolehannya dalam bidang teknologi.
Adalah Sapuangin XI EVO I, nama mobil hemat energi karya mahasiswa ITS yang diikutsertakan dalam lomba Eco Shell Asia 2017 pada 16-19 Maret 2017 mendatang.

Menciptakan mobil Sapuangin memang bukan hal yang mudah.
Tidak sekedar konsep yang rumit, melainkan dana yang minim juga membuat proses pengerjaan mobil tersendat.
Pasalnya, ratusan dana yang terkumpul saat itu belum mencukupi kebutuhan Tim Sapu Angin.
Namun, hal itu lantas tidak menyurutkan semangat dan keinginan mereka untuk mengikuti kompetisi tahunan yang didanai oleh Shell itu.
Pembimbing non-teknis Tim Sapu Angin, Agus Setiawan, mengatakan, anak asuhnya menerapkan prinsip bondo nekat alias bonek.
Demi mengharumkan nama bangsa dan almamaternya, sekelompok mahasiswa ini rela bekerja 20 jam sehari.
"Anak-anak udah kayak bonek hampir 20 jam sehari merakit mobil itu agar siap lomba, padahal dengan dana yang terbatas. Saya jadi tidak tega liatnya," ungkap Agus Setiawan seperti dikutip dari Tribun Jatim.
Bekerja siang dan malam, mereka berusaha menyelesaikan pembangunan mobil tersebut meski harus berpuasa selama 19 jam.
Melihat semangat ini, Agus pun mengupayakan berbagai cara untuk mendapat dana tambahan.
Upaya itu meliputi menggalang dana dari alumni, mitra kerja, dan lelang.
Segala usaha dan jeripayah sekelompok pemuda bersama dosennya ini pun berbuah manis.
Minggu (12/3/2017), mobil Sapuangin launching di Frontage Road Dinas Perhubungan Jatim, Surabaya.
Melihat jejak kemenangan ITS sebanyak 7 kali berturut-turut dalam Eco Shell, pihak ITS optimis kali ini mahasiswanya akan kembali mengibarkan kemenangan pada ajang itu. (TribunWow.com/Maya Nirmala Tyas Lalita)