Apresiasi Karya Anak Bangsa, Jusuf Kalla Tonton Film "Silariang"
Di tengah kesibukan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjalankan tugas kenegaraan, ia menyempatkan diri menonton film "Silariang".
Penulis: Tinwarotul Fatonah
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Di tengah kesibukan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjalankan tugas kenegaraan, ia menyempatkan diri menonton film "Silariang".
Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa.
Bersama sang istri, Mufidah Kalla, menonton film tersebut di The Premiere Metropole XXI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017) malam.
Baca: Jusuf Kalla Sebut Pemimpin Negara Ini Tidak Kaya, Tapi Nakal!


Dilansir dari Tribun Timur, film Silariang tayang perdana pada pertangah Februari 2017 lalu.
Cerita film Silariang pun sarat dengan keteguhan budaya Bugis Makassar.
Bisma dan Anadia dipercayakan menjadi pemeran utama sebagai Yusuf dan Zilaikha.
Accosiate Producer, Rezkiyah S Tjako membocorkan sedikit cerita tentang film Silariang yang akan banyak mengambil gambar di Rammang-rammang Maros.
"Pemandangan menggetarkan menjelang senja di pantai Losari menjadi saksi kesungguhan cinta dari Yusuf [25] kepada Zulaikha [22]. Setelah berpacaran lama, Yusuf memberanikan diri melamar kekasihnya. Namun kisah cinta yang manis itu mengalami hambatan dari orang tua kedua belah pihak, Ayah Yusuf dari keluarga jelata yang pernah ditolak oleh wanita bangsawan, dan Ibu Zulaikha, yang teguh menjaga kelestarian darah biru keluarga mereka," terang Rezkiyah, Jumat (16/9/2016).
Tambah Rezkiyah, karena hal tersebutlah sehingga Yusuf dan Zulaikha bersepakat memilih jalan pintas yaitu Silariang yang dalam bahasa Makassar berarti kawin lari.
Dalam cerita, Yusuf dan Zulaikha sesungguhnya tak punya ide bagaimana menjalani hidup nan terasing.
Yusuf yang berasal dari keluarga kaya tak pernah mengerjakan pekerjaan kasar.
Zulaikha juga tak pernah dibiarkan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Film Silariang yang diproduksi hasil kerjasama Inipasti Communika dan Indonesia Sinema Persada ini hadir dengan konten lokal Makassar, Sulawesi Selatan yang sarat dengan keteguhan budaya.
Dengan mengambil syuting di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep dan kota Makassar tentunya. (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)