Kedatangan Raja Arab Saudi
Raja Salman Merasakan Bali Seperti Dalam Film, Inikah Alasannya Perpanjang Liburan di Pulau Dewata?
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus G Golose mengatakan, Raja Salman lebih banyak menghabiskan waktu di Hotel St Regis.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM, DENPASAR -- Kapolda Bali Irjen Pol Petrus G Golose mengatakan, Raja Salman lebih banyak menghabiskan waktu di Hotel St Regis.
Berbeda dengan rombongan lainnya lebih sering keluar dan mengunjungi tempat-tempat wisata. Walau demikian Raja Salman sangat menikmati kondisi tersebut.
"Raja sangat menikmati liburannya di Bali, dia sering makan malam di pinggir pantai," kata Golose saat ditemui di Mapolda Bali, Rabu (8/4/2017).
Sementara anggota rombongan banyak menghabiskan masa liburan di luar hotel, mulai dari Kuta, Seminyak, Jimbaran sampai Ubud.
Golose menggambarkan Bali di mata Raja Salman seperti film "Eat, Pray, Love". Artinya apa yang ingin dicari dan diminati ada di Bali.
"Seperti di film kan, kalau mau makan di Bali ada, mau berdoa juga bisa dan cinta tentunya," kata Golose.
Baca: Dua Tahun Memimpin Indonesia, Jokowi Dinilai Ugal-ugalan
Ia menyebutkan, saat tiba di Bali tim Raja Salman sempat berbincang dengan Golose mengenai kemungkinan apakah Raja Salman akan betah di Bali atau tidak.
Ketika itu Golose berani mengatakan bahwa Raja Salman akan betah di Bali.
"Saya bilang ke mereka Raja pasti akan betah, buktinya sekarang Raja perpanjang masa liburan," kata Golose.
Sebelumnya Raja Salman berencana menghabiskan masa liburan di Bali pada 4-9 Maret.
Raja Salman kemudian memperpanjang masa liburan selama 3 hari sampai Minggu (12/3/2017).
Selama berada di Bali, Raja Salman menginap di Hotel St Regis, Nusa Dua, Bali.
Pihak Istana Senang
Istana Kepresidenan melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan gembira pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, betah berlibur di Bali.
Raja Salman memperpanjang masa liburannya di Bali dari rencana semula 4‑9 Maret 2017, diperpanjang hingga 12 Maret.
"Kami memonitor perkembangan Raja Salman di Bali walaupun sekarang berlibur. Sebab, bagaimanapun beliau tamu negara. Dengan ditambahkan 3 hari, berarti beliau betul‑betul senang, gembira dengan penyambutan yang ada," kata Pramono, Selasa (7/3/2017) kemarin.
Pramono berharap, diperpanjangnya liburan Raja Salman dan rombongan di Bali ini membawa dampak positif.
Misalnya, wisawatan dari negara‑negara di kawasan Timur Tengah akan semakin tertarik untuk berlibur ke Bali.
"Apalagi dalam waktu dekat akan datang putera mahkota dari Uni Emirat Arab, Indonesia betul‑betul menjadi penjuru baru dari dunia," ujar Pramono.
Baca: Video Viral! Tradisi Unik Tunjukkan Toleransi Antarumat Beragama, Netter: Ini Baru Indonesia!
Kabar perpanjangan masa liburan tersebut telah sampai ke telinga Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
Menurut Arief, keputusan Raja Salman memperpanjang masa berliburnya di Bali hingga 12 Maret mendatang menjadi bukti bahwa raja berjuluk Khadimul Kharamian as-Syarifain itu merasa nyaman.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Sri Baginda Raja Salman bin Abdul Aziz bin Saud atas perpanjangan liburan keluarga ke Bali, ikon pariwisata Indonesia. Itu berarti beliau merasa nyaman, tenang dan bahagia berada di Pulau Dewata,” ujar Arief Yahya dalam siaran pers, Selasa (7/3/2017).
Indonesia khususnya Bali, lanjut Arief, benar-benar membuat Raja Salman terkesan hingga merasa kerasan.
"Itulah gol yang ingin kami raih jangka pendek, Bali sukses menjadi tuan rumah yang baik. Raja sangat nyaman dan bisa menikmati atraksi Bali, baik alam, budaya maupun wisata buatan yang ada,” sambungnya.
Pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merekomendasikan sejumlah tempat di Bali yang bisa dikunjungi keluarga Kerajaan Arab Saudi.
"Kami juga akan menawarkan destinasi prioritas, 10 Bali Baru, dan destinasi branding. Siapa tahu Raja Salman tertarik berinvestasi di sektor pariwisata lebih besar ke Indonesia,” tuturnya.(Kompas.com/TribunBali)