Bikin Merinding, Solidaritas Warga Kota Malang Hadapi Aksi Mogok Sopir Angkot
Kata kunci #NebengMalang jadi trending. Bahkan Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono menjadi relawan sopir gratisan
Editor: Yudie
TRIBUNWOW.COM, MALANG - Kata kunci #NebengMalang mengemuka mengisi deretan trending topic Twitter Indonesia, Senin (6/3/2017). Ini terjadi bersamaan aksi mogok sopir angkot di Kota Malang yang berlangsung hingga Rabu (8/3/2017).
Aksi mogok angkot Malang tentu saja merepotkan sebagian pelanggan jasa moda transportasi ini. Baik para pekerja maupun para pelajar.
#NebengMalang adalah inisiatif netizen menggalang aksi sosial memberi tumpangan gratis bagi para pelanggan angkot yang kesulitan selama aksi mogok transportasi 'konvensional' itu.
Baca: Viral! Pesan Nakal Driver Taksi Online Rayu Penumpang Wanita
Netizen menggalang solidaritas dan kagum dengan kekompakan warga menghadapi aksi mogok sopir angkot di Malang.
Berikut ini sejumlah kicauan warga terkait kata kunci #NebengMalang:
@ErellyaWahyudi:
@infomalang adek2 yg les di sekitaran tugu pulang abis maghrib bs DM aku #nebengmalang,arah klayatan ato mulyorejo bsa,helm udh ada
@feri_mlg:
Wihh, wingenane klub bal'e maine edan, saiki guyub wargane yo ga kalah edan, warga malang umak mbois hebak sam @infomalang #nebengmalang
@grizziels:
#nebengmalang @infomalang yg butuh tebengan, tunggu di pinggir2 jalan ya, pk kode jempol ini. Yg berkendara sendiri, mohon membantu
@BeniSetyawan:
Malang tambah mbois ilakes, #nebengmalang , relawan antar gratis, saiki makan siang gratis buat relawan @infomalang
@N19AB:
Buat adek2 sekolah yang gak dapat Angkot, kalo ketemu kakak bervespa ini panggil Saja ya, kami siap mengantar gratis #NebengMalang
@JustGhulam:
The power of civil movement with #nebengmalang.
@VieandWahyoe:
Ahamdulillah angkot mogok lagi, kalo gini kan rejeki buat dealer2 motor, dan pahala buat yg kasih tumpangan. #nebengmalang @PuspitaFM
Tak Hanya Warga
Solidaritas meluas tak hanya di antara warga.
Kalangan DPRD, Pemkot Malang dan Kepolisian ikut berpartisipasi memberi tumpangan gratis.
Ada sekitar 20 armada milik Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, dan Polres Malang Kota. Armada itu terpusat di depan Stasiun Kota Malang. Semua kendaraan terpusat di sekitar Stasiun Kota Malang. Armada ini melayani trayek ke Terminal Gadang, Arjosari, Kacuk, juga Landungsari.
Pantauan SURYAMALANG.COM Rabu (8/3/2017) siang, sejumlah warga terlihat menunggu di sekitar Stasiun Kota Malang. Calon penumpang ini menunggu angkot, tetapi tidak ada angkot yang beroperasi.
Sejumlah mobil dinas DPRD Kota Malang dikerahkan untuk mengangkut penumpang yang terlantar akibat sopir angkot masih mogok, Rabu. “Kami terjunkan mobil dinas dewan untuk mengangkut penumpang. Mobil ini sudah mengangkut penumpang sejak pagi. Ada 28 mobil yang berpartisipasi,” ujar Hadi Susanto, anggota Komisi D DPRD Kota Malang.
Ada pula kelompok relawan yang tergabung dalam Komunitas Tilang Malang. Mereka menyiapkan sekitar 50 personel untuk mengangkut pelajar.
Anggota komunitas ini berkumpul di depan Telkom Kayutangan (kawasan pusat Kota Malang) sambil menunggu waktu pulang sekolah. Seorang relawan, Sodikin (40) mengatakan para relawan ojek gratis khusus pelajar ini akan membantu mengantarkan para pelajar SD sampai SMP ke rumah atau lokasi tertentu.
“Untuk yang rumahnya dekat, bisa diantar langsung ke rumah. Untuk jalur panjang, kami masih menunggu koordinasi. Bisa berhenti di Balai Kota atau Stasiun Kota Malang kemudian diangkut kendaraan Dishub Kota Malang,” jelasnya.
Anggota relawan berasal dari berbagai latar belakang, mulai mahasiswa, dosen, maupun pekerja swasta. “Ini sebagai kegiatan sosial tanpa ada tendensi apa-apa, dan murni untuk membantu pelajar pulang ke rumah usai sekolah,” katanya.
Bahkan Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono menyempatkan diri mengendarai sendiri armada untuk mengangkut penumpang Rabu (8/3/2017).
Decky sudah dua kali menjadi sopir penumpang rute Stasiun Kota Malang-Terminal Landungsari.
“Dua kali pulang-pergi. Ini bentuk bantuan kami kepada masyarakat yang sulit mencari angkot. Faktanya banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujar Decky.
Decky menyopiri penumpang menggunakan mobil patroli milik Sabhara Polres Malang Kota. Mobil terbuka itu dengan bangku menghadap samping di bagian belakang.
“Alhamdulillah hari ini banyak juga relawan yang membantu,” imbuhnya.
Heboh Taksi Online
Aksi mogok sopir angkot di Malang merupakan reaksi atas beroperasinya taksi berbasis aplikasi online di kota ini.
Gejolak ini bukan hal baru. Di berbagai kota di Indonesia, kehadiran moda transportasi berbasis aplikasi online menuai penolakan dari 'pemain lama'.
Namun di beberapa kota misalnya Jakarta, Bandung dan Surabaya, bisnis transportasi online jalan terus.
Di Kota Malang, negosiasi antarpihak terkait pun sudah dilakukan.
Merespon gejolak antar angkot dan taksi online,
Dishub Kota Malang, Kasatlantas Polres Malang Kota, Kapolsek Klojen dan DPRD Kota Malang menggelar pertemuan khusus membahas masalah ini.
Hadir pula perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
Pertemuan dan pembahasan itu digelar di ruang Komisi D DRPD Kota Malang, Selasa (7/3/2017) siang.
Hasil pertemuan internal itu disampaikan ke perwakilan sopir angkutan kota, ketua jalur, juga perwakilan Organda. Ada tiga poin hasil pertemuan yang disampaikan kepada pihak angkot dan organda.
"Prinsipnya semua tuntutan dan aspirasi bapak-bapak semua sudah kami sampaikan ke pihak Dishub Jatim," terang Ketua Komisi C Bambang Soemarto mengawali pembacaan hasil pertemuan itu.
Bambang menyebut pembahasan berlangsung alot.
Hasilnya adalah pertama, bahwa terhadap pengusaha online dan kendaraannya yang tidak mempunyai izin operasional, Pemerintah Kota Malang bersama pihak kepolisian dan Dinas Perhububungan Provinsi Jawa Timur akan melakukan tindakan dan penertiban.
Penertiban itu bagi pengusaha angkutan online sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 3 Tahun 2016.
Kedua, bahwa langkah penindakan dan penertiban tersebut dilakukan sesegera mungkin.
Ketiga, bahwa penindakan dan penertiban terhadap ojek online akan dikonsultasikan ke Kementerian Perhubungan sesegera mungkin.
Belum Memuaskan
Hasil pertemuan tak lantas memuaskan kalangan sopir angkot.
Kasiyono salah satu sopir angkot, meminta nomor polisi taksi yang sudah mengantongi izin operasional di Jatim diserahkan ke paguyuban angkutan umum di Kota Malang. "Supaya kami ini tahu, mana yang resmi dan tidak," ujarnya.
Ia juga meminta Dishub Kota Malang menyosialisasikan tentang taksi online yang belum mengantongi izin operasional.
Kadishub Kota Malang Kusnadi berjanji akan menyosialisasikan hal itu. Namun ia harus melaporkan hasil perundingan itu kepada Wali Kota Malang M Anton. Dan ketika didesak supaya menghentikan operasional angkutan online, menurut Kusnadi Pemkot Malang tak memiliki kewenangan itu.
"Kami akan menertibkan angkutan online karena tidak memiliki izin operasional," ujar Kusnadi. (SuryaMalang.com)