Breaking News:

Ahok Ingin Jadi Gubernur untuk Penuhi Amanat Gus Dur

Ahok pun mengingat dahulu Gus Dur pernah berkata menjadi gubernur bukanlah pemimpin melainkan pembantu atau pelayan masyarakat.

Penulis: Tinwarotul Fatonah
Editor: Tinwarotul Fatonah
Tribunnews.com

TRIBUNWOW.COM - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan ia berani mencalonkan diri sebagai gubernur atas amanah yang diterimanya dari almarhum Gus Dur.

Hal tersebut diungkapkan Ahok dalam nota pembelaannya, Selasa (13/12/2016).

"Itu sebabnya, dalam pidato saya setelah pidato almarhum Gus Dur pada tahun 2007, saya juga mengatakan bahwa menjadi calon gubernur, sebetulnya saya melamar untuk menjadi pembantu atau pelayan rakyat," kata Ahok dilansir dari Kompas.com, Selasa (13/12/2016).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Patung Gus Dur Kecil di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2015) siang.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Patung Gus Dur Kecil di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2015) siang. (KOMPAS.com/Andri Donnal Putera)

Ahok pun mengingat dahulu Gus Dur pernah berkata menjadi gubernur bukanlah pemimpin melainkan pembantu atau pelayan masyarakat.

Ahok mengungkapkan ada banyak partai dengan ideologi islam di Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Solo juga mendukung calon gubernur, bupati, wali kota non-Islam di daerahnya.

Ia pun meminta izin kepada majelis hakim untuk memutar video Gus Dur.

"Untuk itu, saya mohon ijin kepada Majelis Hakim, untuk memutar video Gus Dur yang meminta masyarakat memilih Ahok sebagai gubernur saat Pilkada Bangka Belitung tahun 2007, yang berdurasi sekitar sembilan menit," kata Ahok.

Ahok kembali menyebutkan nama Gus Dur saat meyakinkan hakim bahwa ia dididik di lingkungan ulama islam.

Oleh karena itu tidak mungkin memunyai niat untuk menistakan agama dan menghina para ulama.

Sebab hal itu sama saja dengan tidak menghargai orang-orang yang disayanginya.

"Saya ini hasil didikan orangtua saya, orangtua angkat saya, ulama Islam di lingkungan saya, termasuk ulama Besar yang sangat saya hormati, yaitu almarhum Kiai Haji Abdurrahman Wahid. Yang selalu berpesan, menjadi pejabat publik sejatinya adalah menjadi pelayan masyarakat," ujar Ahok.

Setelah Ahok membacakan eksepsinya, tim kuasa hukumnya juga membacakan penjelasan eksepsi itu, dan sempat meminta video diputarkan. Namun hakim menolak permintaan ini.

Hakim meminta pihak Ahok untuk menyertakan video tersebut untuk tambahan.

Hubungan Gubernur DKI Jakarta Non-aktif Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden RI ketiga KH Abdurrahman Wahid memang sudah lama terjalin dengan baik. Ahok dan Gus Dur ibarat Kiai dan Santri.

Hal ini diakui sendiri oleh Ahok dalam banyak kesempatan.

Terutama selama perjalanan politik Ahok, banyak sekali pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari Sang Guru, tak terkecuali mengenai Surat Al Maidah 51.

"Saya yakin, Pak Ahok ngomong begitu tidak menodai agama. Saya sudah tanya ke tokoh-tokoh agama, termasuk ke Gus Dur, bahwa konteks Surat Al-Maidah bukan memilih pemimpin di pemerintahan, tetapi pilih pemimpin agama," kata Eko Cahyono, saksi fakta pertama di sidang Ahok dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/3/2017).

Baca: Saksi Meringankan Ahok, Paparkan Penjelaskan Gus Dur soal Surat Al-Maidah Ayat 51

Dua Alasan Gus Dur Tertarik pada Ahok

Dilansir dari Kompas.com, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bahkan dianggap menjadi satu tokoh yang berjasa dalam perjalanan politik Gubernur DKI Jakarta Ahok.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama istri, Veronica Tan dan istri Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah saat tampil di acara Rosi, Kamis (30/8/2016) malam.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama istri, Veronica Tan dan istri Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah saat tampil di acara Rosi, Kamis (30/8/2016) malam. (Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)

Dalam acara "Rosi" yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (8/9/2016) malam, istri Almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, menceritakan kedekatan suaminya dengan Basuki atau Ahok.

Ada dua hal, kata Sinta, yang membuat Gus Dur mendukung Ahok.

Baca: Hakim Tolak Kesaksian Kakak Angkat Ahok, Begini Alasannya!

"Karena mungkin tertarik dengan keberanian seorang Ahok. Seorang minoritas yang berani tampil untuk merebut posisi dari kelompok yang sudah dominan. Ini buat Gus Dur sangat menarik," kata Sinta.

Sinta menuturkan, bagi Gus Dur, hal ini merupakan sebuah pembelajaran untuk menegakkan konstitusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia melanjutkan, hal kedua yang membuat Gus Dur tertarik kepada Abok adalah kepribadian mantan Bupati Belitung Timur itu.

"Karena pada waktu itu, Ahok dianggap sebagai sosok yang bersih, jujur, dan terbuka. Sekarang saya enggak tahu sudah berubah atau belum," kata Sinta.

Ahok mengungkapkan, selama hidupnya, Gus Dur selalu memberi semangat kepadanya.

Baca: Sikap Anggota DPR Saat Raja Salman Berkunjung Mengingatkan pada Ucapan Gus Dur

Saat Ahok gagal menjadi Gubernur pada Pilkada Bangka Belitung, Gus Dur memintanya menggugat.

Namun, Ahok menolak permintaan Gus Dur tersebut. Sebab, menurut dia, minoritas sulit menjadi Gubernur.

"Gus Dur kasih semangat, jangankan jadi gubernur, jadi Presiden saja saya bisa. Terus Gus Dur pengin Indonesia ada gubernur turunan Tionghoa lah," kata Ahok.

"Jangan Tionghoa dianggap binatang ekonomi, memang suku lain enggak kayak gitu kalau enggak serakah? Sama aja," kata Ahok. (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)Gus DurGubernur DKI Jakarta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved