Breaking News:

3 Aksi Jokowi Pekan Ini Mengingatkan pada Soekarno

Gaya Soekarno muncul saat Jokowi bersama-sama sang Raja Salman. Dalam beberapa kesempatan Jokowi tampak amat akrab bersama Raja Salman.

Editor: Yudie
Foto perbandingan Jokowi dan Bung Karno 

TRIBUNWOW.COM, JAKARTA - Gaya Soekarno, sang Proklamator muncul pekan ini dalam serangkaian tindakan Presiden Joko Widodo.

Bermula dari kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis Alsaud, sepekan terakhir publik diingatkan kembali gaya Presiden Soekarno dalam diri Presiden Jokowi.

Gaya Soekarno muncul saat Jokowi bersama-sama sang raja.

Dalam beberapa kesempatan Jokowi tampak amat akrab bersama Raja Salman.

Baca: Terungkap, Ini Kisah Kedekatan Presiden Soekarno dengan Raja Arab di Masa Lalu

Ada sejumlah rekaman menunjukkan bagaimana Jokowi menggemgam tangan Raja Salman.

Genggaman Tangan

Peristiwa pertemuan Kepala Negara RI dan Raja Arab Saudi di Jakarta tergolong bersejarah dan jarang terjadi.

Sebelum Raja Salman, 47 tahun lalu yakni Raja Arab Saudi Faisal bin Abdulaziz Al Saud bertemu Presiden Soeharto dalam kunjungan ke Jakarta.

Foto perbandingan Bung Karno bersama Raja Saud serta Jokowi bersama Raja Salman
Foto perbandingan Bung Karno bersama Raja Saud serta Jokowi bersama Raja Salman (Kompas TV)

Namun pertama kali Presiden RI bertemu raja penjaga dua kota suci Mekkah dan Madinah itu terjadi di era Soekarno.

Pada tahun 1955 Bung Karno bertemu Raja Saud bin Abdulaziz dalam kunjungan ke Arab Saudi.

Raja Salman mengungkapkan bahwa saat Bung Karno bertemu Raja Saud, dia (saat itu sebagai pangeran) ikut mendamping sang Raja. Ketika Pangeran Salman baru menginjak usia 20 tahun.

Lalu pada 1963 di Wina Austria, Bung Karno kembali bertemu Raja Saud bin Abdulaziz.

Fotografer Istana Agus Suparto, mengabadikan suasana ketika Presiden Joko Widodo dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud berjalan berjalan dengan berpegangan tangan erat saat akan meninggalkan Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3/2017).

Gaya Jokowi menggenggam tangan Raja Salman, mengingatkan Bung Karno saat bertemu Raja Saud di Wina, Austria 1963.

Dalam foto yang didokumentasikan KingSaudi.org itu tampak Soekarno berjalan sambil menggenggam tangan Raja Saud bin Abdulaziz.

Raja dan Pohon

Suasana tempat penanaman pohon Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017).
Suasana tempat penanaman pohon Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017). (Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

Dalam kunjungan Soekarno ke Arab Saudi, presiden pertama RI itu memberikan hadiah yakni bibit pohon mimba yang ditanam di Arafaah.

Hingga kini peninggalan Soekarno itu masih bisa dijumpai dan dikenal sebagai Pohon Sukarno.

Sementara pada Maret 2017 di Istana Bogor prosesi tanam pohon kembali digelar.

Bukan hanya menanam bibit pohon, sebagian wilayah taman di Istana Bogor yang berada di depan Gedung Serbaguna telah diberi nama Al Saud Garden.

Kali ini ada 7 bibit pohon ditanam di Al Saud Garden terdri dari Kayu Ulin dan Pohon Kenari. Prosesi penanaman sempat terganggu hujan deras, namun lokasi tanam memang telah disiapkan.

Pidato Bung Karno

Lewat pertemuan bilateral RI-Arab Saudi di Jakarta dan Bogor, Raja Salman dan keluarga bertolak ke Bali untuk liburan.

Namun gaya Bung Karno masih dilakukan oleh Jokowi.

Presiden Joko Widodo membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-20 Indian Ocean Rim Association (IORA) Leaders Summit 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (7/4/2017).
Presiden Joko Widodo membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-20 Indian Ocean Rim Association (IORA) Leaders Summit 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (7/4/2017). (Kompas.com/Ihsanuddin)

Diberitakan Kompas.com, Presiden Joko Widodo mengutip Soekarno, saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-20 Indian Ocean Rim Association (IORA) Leaders' Summit 2017, di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (7/4/2017).

"Sebagaimana disampaikan secara amat bijaksana oleh pendiri Indonesia, Soekarno, lebih dari setengah abad lalu, internasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak berakar dalam bumi nasionalisme. Sebaliknya, nasionalisme tidak bisa tumbuh subur kalau tidak hidup dalam taman sari internasionalisme," kata Jokowi, di hadapan para kepala negara dan delegasi yang hadir.

Jokowi menilai, kata-kata yang disampaikan Proklamator Indonesia itu masih relevan dengan kondisi global saat ini.

Di satu sisi, nilai nasionalisme setiap warga negara harus dipupuk sekuat mungkin.

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)SoekarnoRaja Salman
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved