Presiden Donald Trump Tuding Obama Menyadap Teleponnya
McCharthyism merupakan praktik pembuatan tuduhan atas tindakan makar tanpa bukti yang cukup.
Penulis: Cornelia Putri Indriastuti
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh mantan Presiden Barack Obama menyadap teleponnya Oktober tahun lalu, jelang akhir kampanye pemilihan presiden.
"Mengerikan! Baru saja saja mengetahui bahwa Obama telah "menyadap" Menara Trump-ku tepat sebelum kemenangan (pemilu). Tidak ada yang ditemukan. Ini adalah McCarthyism," tulis Trump dalam akun Twitternya.
McCharthyism merupakan praktik pembuatan tuduhan atas tindakan makar tanpa bukti yang cukup.
"Betapa rendah tindakan Obama hingga melakukan penyadapan pada teleponku selama proses sakral pemilihan umum. Ini adalah Nixon/Watergate. Pria jahat (atau sakit)".
Ungkapan Nixon/Watergate merujuk pada kasus perampokan kantor pusat Democratic National Comittee (DNC) di kompleks perkantoran Watergate, Washington, D.C pada tahun 1972.
Saat itu jajaran pemerintahan Presiden Nixon berusaha menutupi keterlibatan mereka.
Kasus ini menjadi populer dan umum digunakan sebagai bentuk ungkapan atas tindakan ilegal di Amerika Serikat.
Tonton juga:
Wanita Berbusana Seksi Melakukan Aksi "Kungfu" hingga Membuat Pria Tersungkur
Terjun dari Panggung Nikita Mirzani Marah, Lihat yang Terjadi!
Dilansir dari Washingtonpost.com, Minggu (5/3/2017), pernyataan Trump dalam akun Twitter-nya tersebut banyak dipertanyakan karena tidak ada bukti yang ditunjukkan kepada publik.
Namun berdasar pernyataan dari Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spencer, Minggu (5/3/2017), tersirat bahwa pernyataan Trump tersebut berdasar rangkuman laporan dari media.
Selengkapnya tonton video di atas.(*)