Kedatangan Raja Arab Saudi
Begini Bentuk Kerjasama Aramco dengan Pertamina
Kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi ke Indonesia dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku bisnis.
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM, JAKARTA - Kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi ke Indonesia dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku bisnis.
Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pertamina (Persero) dalam hal ini tak mau menyia-nyiakan kedatangan orang paling berpengaruh di Arab Saudi ini.
Baca: Gelar Pidato di Gedung DPR, Raja Salman Disaksikan oleh Jajaran Tokoh Ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, telah ada satu kerja sama yang dilakukan antara Saudi Aramco dengan Pertamina terkait proyek pemurnian (refinery) di Cilacap, Jawa Tengah.
"Sudah ada satu kerja sama dengan Saudi Aramco dengan Pertamina, untuk pengembangan refinery di Cilacap," ujar Jonan di Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Baca: Perhatikan Seksama Videonya Hanya dengan Menag dan Ahok Raja Salman Jabat Tangan Cara Ini
Proyek pemurnian di Cilacap merupakan kompleks pemurnian minyak terbesar di Indonesia.
"Nilainya mungkin 5,5 miliar dollar Amerika Serikat (AS) sampai 6 miliar dollar AS," tambah Jonan.
Seperti dikutip dari situs resmi Saudi Aramco, Presiden dan CEO Saudi Aramco Amin H Nasser menyatakan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan dan membidik kesempatan dalam proyek hilir dengan Pertamina.
Kerja sama dengan Pertamina sejalan dengan rencana transformasi ekonomi Arab Saudi yang dinamakan Visi 2030.
Saudi Aramco, kata Nasser siap mendukung pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia melalui sumber daya dan modal dalam sektor pemurnian dan petrokimia.
"Pemurnian di Cilacap diekspektasikan menjadi proyek penting dalam memenuhi tumbuhnya permintaan produk minyak yang dimurnikan, sama halnya dengan pemurnian lainnya di Sumatera," ungkap Nasser.
Selain melakukan investasi di Cilacap, Aramco juga melakukan investasi serupa dengan S-Oil di Korea, Showa Shell di Jepang, Fujian Refining di China, dan Motiva di Amerika Serikat. (Kompas.com/Iwan Supriyatna)