6 Bukti Ini Tunjukkan Keistimewaan Indonesia di Mata Arab Saudi
Indonesia dan Arab Saudi memang memiliki hubungan baik. Bukti ini menunjukkan Apakah Indonesia termasuk negara yang diistimawakan Arab Saudi?
Penulis: Ekarista Rahmawati Putri
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Kedatangan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud dengan rombongan besar merupakan momen langka dan bersejarah yang terjadi di Indonesia.
Kunjungan tersebut menandakan Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan baik.
Namun, apakah Indonesia memang negara yang diistimawakan Arab Saudi?
Melansir Tribunnews.com, inilah bukti-bukti bahwa Indonesia mendapat tempat di hati Raja Arab.
Baca: Fakta Mengejutkan Raja Arab Saudi ke Indonesia, Siapkan Hadiah untuk Orangtua Anggota Densus 88
1. Jokowi mendapat Gelar King Abdulaziz Medal dari Raja Arab Saudi
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud pernah memberikan Star of the Order of King Abdulaziz Al-Saud Medal secara khusus kepada Presiden Joko Widodo di Istana Al-Salam Diwan Malaki pada September 2015.
Pemberian medali ini menunjukkan apresiasi yang luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia.
Medali itu merupakan Order of Merit (sebuah tanda kehormatan) tertinggi bagi pemimpin negara sahabat.
Penghargaan tertinggi kerajaan Arab Saudi ini juga pernah diberikan kepada Presiden Obama, Perdana Menteri Cameron dan Shinzo Abe.
"Medali itu artinya sebuah penghormatan dan sekaligus persahabatan bagi seorang kepala negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2015).
2. Raja Arab menyambut Presiden Jokowi secara langsung
Saat Jokowi melakukan kunjungan bilateral ke Arab Saudi, Raja Arab Saudi menyambutnya secara langsung di depan pintu pesawat.
Apresiasi tinggi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga ditunjukkan dengan adanya jamuan makan siang kenegaraan.
"Sambutan yang diberikan, yang mungkin sangat jarang diberikan Kerajaan Arab Saudi kepada negara-negara lain," kata Pramono, Sekretaris Kabinet (Seskab) pada Sabtu (12/9/2015).
Dalam pertemuan bilateral itu Presiden mengundang investor dari Arab Saudi untuk berinvestasi di Indonesia.
"Investor Arab Saudi diundang untuk membangun kilang minyak, jalan, pelabuhan, dan berbagai objek bisnis lainnya. Selain itu juga diundang untuk masuk di bidang investasi keuangan," kata Pramono.
Selain itu Presiden mengajukan permohanan pengampunan kepada empat orang TKI yang divonis hukuman mati.
"Dan raja akan membicarakan secara khusus persoalan tersebut," tutur Pramono.
3. Raja Arab membawa Rombongan Banyak saat ke Indonesia
Raja Arab Saudi terakhir berkunjung ke Indonesia pada 47 tahun silam, jadi kunjungan Raja Arab Rabu (1/3/2017) nanti merupakan hal yang langka dan bersejarah.
Tak tanggung-tanggung, Raja Salman rencananya rombongan besar, kurang lebih mencapai 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.
Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mochammad Fachir senang Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan turut berlibur di Bali saat kunjungannya ke Indonesia.
Fachir melihat ini sebagai ajang promosi tersendiri bagi pariwisata Indonesia.
Kunjungan Raja Salman ke Indonesia akan berlangsung pada 1-9 Maret 2017 mendatang.
Pada tanggal 1-3 Maret, Raja Salman dan rombongan akan melakukan kunjungan kenegaraan di Jakarta. Lalu setelahnya, baru lah Raja Salman dan rombongan bertolak ke Bali.
Fachir mengaku tidak tahu pasti apa yang membuat rombongan Raja Salman tertarik untuk berlibur di Pulau Dewata.
"Bayangan saya, ada sejumlah informasi yang diterima Istana Raja bahwa Bali ada daya tarik. Tidak sedikit warga Saudi, warga Timur Tengah yang berbulan madu di Bali. Bali justru terkenal karena banyak yang ke sana untuk berbulan madu. Bisa jadi karena itu," ucap Fachir.
Nantinya, lanjut Fachir, pemerintah Indonesia akan membicarakan bagaimana Arab Saudi bisa menjadi mitra untuk mempromosikan wisata Indonesia.
Namun, yang akan menjadi pembahasan utama adalah terkait dengan realisasi penambahan kuota jemaah haji.
"Lalu perlindungan WN kita, baik yang bermukim di sana atau sedang haji atau umroh," ucapnya.
4. Kuota Haji Indonesia 2017 naik sebesar 52.200 Orang
Indonesia mendapatkan jatah kuota haji sebesar 221ribu orang pada 2017.
Jumlah ini naik 52.200 orang dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 168.800 orang.
Kenaikan kuota haji ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).
Menurut Presiden Jokowi, Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 orang menjadi 211ribu orang untuk tahun 2017.
Pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia dan memutuskan memberikan tambahan 10 ribu, sehingga total jatah kuota haji Indonesia pada 2017 sebesar 221ribu orang.
5. Ada hal penting, Raja Arab Saudi telpon langsung Presiden Jokowi
Saat terjadinya tragedi teror bom di jalan MH Thamrin, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz dikabarkan telah menelepon Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan bela sungkawa atas tragedi tersebut.
Panggilan telepon itu dilakukan pada Jumat (15/1/2016), Raja Salman mengungkapkan rasa simpati terhadap Indonesia.
Saudi Press Agency mengatakan simpati Raja Salman disampaikan pada Presiden, pemerintah dan rakyat Indonesia.
Atas ungkapan Raja Salman, dikatakan Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesarnya untuk kepedulian raja Arab Saudi itu.
Bersama Organisasi Kerjasama Islam (OKI), kerajaan Arab Saudi mengecam serangan teror di Sarinah, Jakarta Pusat, yang terjadi Kamis (14/1/2016) itu.
6. Penghargaan dan hadiah umrah gratis untuk orang-orang Indonesia
Dalam kunjungan yang akan dilaksanakan Bulan Maret 2017 mendatang, Indonesia dan Arab Saudi akan membahas kerja sama di bidang penanggulangan terorisme dan radikalisme.
Arab Saudi bahkan akan memberi santunan bagi anggota Densus 88 Anti Teror yang gugur dalam melaksanakan tugas.
"Jadi anggota Densus yang meninggal dunia maka orangtuanya per tahun akan dihajikan oleh kerajaan Saudi Arabia 5 orang karena mereka dianggap sebagai syuhada," ucap Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Masih ingat Aibtu Sutisna?
Aiptu Sutisna (anggota polisi lalu lintas Polda Metro Jaya) juga pernah diberi penghargaan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi.
Penghargaan itu berbentuk piagam dan hadiah naik haji gratis.
Sutisna merupakan anggota polantas yang dicakar dan dimaki oleh pegawai Mahkamah Agung, Dora Natalia Singarimbun, saat bertugas di Jatinegara Barat, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
"Saya diberikan penghargaan berupa piagam dan ibadah haji gratis dari Duta Besar Arab Saudi. Jadi, beliau memberikannya secara langsung kepada saya di kantornya sore tadi," ujar Sutisna ketika dihubungi, Rabu (21/12/2016).
Menurut Sutisna, dia diberi hadiah tersebut karena kesabarannya saat diserang oleh Dora.
Aiptu Sutisna mendapat penghargaan dan naik haji gratis yang diberikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi. (TribunWow.com/Ekarista Rahmawati P)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/arab-saudi_20170223_175407.jpg)