Breaking News:

Berkibar di Bidang Politik, Calon Gubernur Ini Ternyata Keturunan Pahwalan

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan ternyata adalah keturunan pahlawan nasional.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
Twitter
Abudrrahman AR Baswedan 

TRIBUNWOW.COM - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan ternyata adalah keturunan pahlawan nasional.

Anies merupakan cucu dari Abdurrahman Baswedan, seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan juga sastrawan Indonesia.

Hal ini ramai dibincangkan netizen setelah Joko Anwar, seorang sutradara yang terkenal melalui film Janji Joni mencuitkan nama Anies di Twitter.

Minggu (19/2/2017), dalam kicauannya, Joko menyindir program uang muka nol persen calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sindiran tersebut dikicaukan dalam bentuk teka-teki.

"Bus apa yang DP-nya 0 persen? Bus wedan Anies," kicau akun @jokoanwar.

Kicauan tersebut sontak membuat Joko dikritik oleh netizen lantaran dianggap keterlaluan mengejek nama keluarga Abdurrahman Baswedan, pahlawan nasional yang juga kakek dari Anies Baswedan.

Seorang netizen dengan akun ‏@bimtut mengatakan, "@jokoanwar yang baru anda lecehkan itu marga orang ini. Namanya AR Baswedan. Pembawa kabar pengakuan kemerdekaan indo dari Mesir."

Abdurrahman Baswedan
Abdurrahman Baswedan (twimg.com)


Kisah  Abudrrahman AR Baswedan

Dilansir dari Wikipedia, Abudrrahman AR Baswedan lahir di Surabaya, Jawa Timur, 9 September 1908.

Ia meninggal di Jakarta, 16 Maret 1986 pada umur 77 tahun.

Selain pernah menjadi jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan sastrawan Indonesia, ia juga pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen dan Anggota Dewan Konstituante.

AR Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia yaitu dari Mesir.

Pada 1 Agustus 1934, harian Matahari Semarang memuat tulisan Baswedan tentang orang-orang Arab.

Dalam artikel itu terpampang foto Baswedan mengenakan blangkon.

Ia menyerukan pada orang-orang keturunan Arab agar bersatu membantu perjuangan Indonesia dan mengajak keturunan Arab, seperti dirinya sendiri, menganut asas kewarganegaraan ius soli: di mana saya lahir, di situlah tanah airku.

Pada tanggal 4 Oktober 1934, setelah pemuatan artikel yang menghebohkan itu, ia mengumpulkan para peranakan Arab di Semarang, membuat kongres para pemuda perananakan Arab dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab yang menyatakan Indonesia sebagai tanah air dan akan berjuang untuk mendukung tercapainya kemerdekaan Indonesia.

Dari kongres tersebut lahirlah Partai Arab Indonesia (PAI), dan AR Baswedan dipilih sebagai ketua.

Sejak itu ia tampil sebagai tokoh politik dan meninggalkan Harian Matahari.

Padahal, ia mendapat gaji 120 gulden di sana, setara dengan 24 kuintal beras waktu itu, demi perjuangan, katanya.

Perjuangan AR Baswedan berlanjut di republik baru, bersama dengan Haji Agus Salim (Menteri Muda Luar Negeri), Rasyidi (Sekjen Kementrian Agama), Muhammad Natsir dan St. Pamuncak, AR Baswedan (Menteri Muda Penerangan) menjadi delegasi diplomatik pertama yang dibentuk oleh negara baru merdeka ini.

Mereka melobi para pemimpin negara-negara Arab dan berhasil meraih pengakuan pertama atas eksistensi Republik Indonesia secara de facto dan de yure oleh Mesir.

Lobi panjang melalui Liga Arab dan di Mesir itu menjadi tonggak pertama keberhasilan diplomasi yang diikuti oleh pengakuan negara-negara lain terhadap Indonesia, sebuah republik baru di Asia Tenggara.

AR Baswedan memiliki istri bernama Sjaichun.

Pada tahun 1948 Sjaichun meninggal dunia di Kota Surakarta karena serangan malaria.

Tahun 1950 AR Baswedan menikah lagi dengan Barkah Ganis, seorang tokoh pergerakan perempuan, di rumah KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta, Muhammad Natsir bertindak sebagai wali dan menikahkan mereka.

Dia dikarunia 11 anak dan 45 cucu.

AR Baswedan menyelesaikan naskah autobiografinya di Jakarta pada akhir bulan Februari 1986.

Sekitar 2 minggu kemudian, kondisi kesehatan AR Baswedan menurun dan meninggal dunia.

AR Baswedan dimakamkan di TPU Tanah Kusir berdampingan dengan para pejuang Indonesia yang menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. (Tribunseleb.com/Tribunwow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Anies BaswedanJoko AnwarDKI JakartaAbudrrahman AR BaswedanKopiTips KecantikanLife Hack
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved