Raditya Dika Buktikan Pisang Goreng 'Kalahkan' Bakwan dan Tahu Isi
Komedian Raditya Dika punya cara iseng untuk refresh satu di antaranya seru-seruan bikin vlog dan buat tweet lucu. Kali ini ia bikin survei.
Penulis: Rimawan Prasetiyo
Editor: Rimawan Prasetiyo
TRIBUNWOW.COM - Komedian Raditya Dika punya cara iseng untuk refresh satu di antaranya seru-seruan bikin vlog dan buat tweet lucu. Kali ini ia bikin survei, Jumat (17/2/2017).
Ia melibatkan tiga jenis cemilan yang populer berbagai kalangan.
Melalui akun Twitter ia membuat survei ini.
Gorengan yang paling enak adalah.....
Ada tiga pilihan
Tahu isi, bakwan dan pisang goreng.
Dan Pisang goreng paling jadi pilihan netizen.
Pisang goreng 36 persen sedangkan tahu isi dan bakwan mendapatkan masing-masing 32 persen.
Survei ini diikuti oleh 25.784 akun Twitter.
"Survey membuktikan.." Demikian tweetnya mengunggah screenshoot hasil survei yang ia buat.
Beberapa netter berikan respon.
Setuju dengan hasil survei Radit?
Bagaimana menurutmu?
Tulis tanggapan di kolom komentar ya.
Awali karier dari blog
Siapa Radit?
Mengutip Wikipedia, Radit mengawali keinginan untuk membukukan catatan hariannya di blog pribadinya saat ia memenangi Indonesian Blog Award.
Radith juga pernah meraih Penghargaan bertajuk The Online Inspiring Award 2009 dari Indosat.
Dari pengalaman itu, ia mencetak tulisan-tulisannya di blog kemudian ia menawarkannya ke beberapa penerbit untuk dicetak sebagai buku.
Awalnya banyak yang menolak, tetapi kemudian ketika ia ke Gagasmedia, sebuah penerbit buku, naskah itu diterima, meski harus presentasi dahulu.
Radit sukses menjadi penulis dengan keluar dari arus utama (mainstream).
Ia tampil dengan genre baru yang segar.
Yang membuat ia berbeda dari penulis lain adalah ide nama binatang yang sering ia pakai di setiap bukunya.
Menurutnya, sebagai penulis tetap harus memiliki inovasi.
Sebenarnya, pada bulan-bulan pertama, buku pertamanya tidak terlalu laku.[butuh rujukan] Ini, menurut Radit, adalah risiko masuk dalam genre baru.
Radit kemudian gencar berpromosi di blog yang ia kelola.
Selain itu ia juga gencar promosi dari mulut ke mulut.
Radit meminta pembacanya untuk berfoto dengan buku pertamanya itu kemudian dikirim ke Radit.
Jadilah ini sebuah strategi pemasaran yang bisa mengelola pembaca sebagai target pasarnya.
Setelah buku, Radit yang masuk di jajaran komedian papan atas, ia juga menyutradarai beberapa film karyanya.
Radit terus berinovasi dan merambah di berbagai lini. (Tribunwow/Rimawan Prasetiyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/raditya-dika-01_20170217_150044.jpg)