Kanal

Zulkifli Hasan: Jangan Sudutkan Umat Islam dengan Istilah Masjid Radikal

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Selasa (28/11/2017). - KOMPAS.com/Nabilla Tashandra

TRIBUNWOW.COM - Isu perihal masjid radikal di DKI muncul setelah Presiden Joko Widodo mengundang 42 tokoh praktisi sosial, buadaya, pendidikan, dan agama untuk berdiskusi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin lusa.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan para tokoh membicarakan mengenai adanya paham radikalisme yang diajarkan di sejumlah masjid di Ibu Kota.

Persoalan tersebut lantas dipantau oleh pemerintah.

Presiden Jokowi dikabarkan telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah pemahaman radikalisme dan terorisme yang muncul dari rumah ibadah.

Salah satu langkah adalah dengan cara menggandeng organisasi masyarakat islam.

Ruhut Sitompul: Lagu #2019GantiPresiden Enak Didengar, Tapi Tak Akan Terwujud Karena Inisiator PKS

Menanggapi istilah masjid radikal, Ketua MPR Zulkifli Hasan menepis.

"yang radikal itu yang radikal seperti apa?

Masjid radikal? saya gak setuju tuh istilah masjid radikal. Nggak setuju saya, mana ada masjid radikal.

Masjid ya masjid gitu, kalau ada orang yang tidak beres ya kita tangkap yang tidak beres itu. Jangan dibilang masjid radikal dong", ujarnya dalam video.

Menambahkan, dirinya menuliskan catatan:

"Berhenti gunakan istilah Masjid Radikal ! Ngga ada itu Masjid Radikal !

Tangkap teroris dan orang orang radikal itu, tapi jangan sudutkan ummat Islam dengan istilah Masjid Radikal

(Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI)"

Tanggapi Mundurnya Yudi Latif dari Kepala BPIP, Fadli Zon: Ini Baru Tindakan Pancasilais yang Nyata

Sandiaga Uno: DKI Sudah Punya Data 40 Masjid yang Radikal

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan pihaknya telah mengantongi data 40 masjid yang disebut telah disusupi paham radikal.

Menurut Sandi, pihaknya akan mengarahkan agar kegiatan masjid tak menjerumus ke radikalisme.

"Itu kami juga sudah punya datanya di teman-teman Biro Dikmental dan Bazis. Akan kami arahkan ke kegiatan kami lebih banyak ke sana," kata Sandiaga di Pulau Untung Jawa, Selasa (5/6/2018).

Sandiaga menduga radikalisme muncul dari kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat. Untuk itu, ia berniat membangun perekonomian di masjid. (TribunWow/Dian Naren)

Penulis: Dian Naren
.

Berita Populer