Breaking News:

Terkini Internasional

Jadi Korban Perploncoan Seniornya, Remaja 15 Tahun Ini Sempat Koma hingga Akhirnya Meninggal Dunia

Kasus perpeloncoan di lembaga-lembaga negara di Thailand kembali menelan korban jiwa.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi Penganiayaan 

TRIBUNWOW.COM - Kasus perpeloncoan di lembaga-lembaga negara di Thailand kembali menelan korban jiwa.

Seorang siswa sekolah menengah di Thailand, yang sempat jatuh koma akibat tindak kekerasan teman-teman sekolahnya, meninggal dunia, pada Kamis (18/7/2019).

Ritual perpeloncoan yang secara umum disebut SOTUS, atau senioritas (seniority), ketertiban (order), tradisi (tradition), persatuan (unity), dan semangat (spirit), telah dianggap sebagai hal biasa di kampus, sekolah kejuruan, sekolah menengah, bahkan akademi militer, yang digelar setiap tahun.

Para siswa yang lebih muda itu kerap diwajibkan menjalani ujian mental dan fisik yang ditetapkan oleh kakak tingkat mereka, mulai dari hal-hal remeh seperti membawa barang-barang milik senior, hingga yang menyebabkan cedera parah, bahkan dalam kasus ekstrem, berujung pada kematian.

Lewat Hal Ini Polisi Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan di Lampung dengan Ancaman 10 Tahun Penjara

Kasus terakhir yang berakhir fatal dialami seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun di provinsi Nakhon Pathom.

Pathom dilaporkan diserang pada akhir bulan lalu oleh tiga seniornya, yang diduga menendangnya dengan keras pada bagian dada hingga menyebabkan remaja itu jatuh koma.

Namun polisi mengonfirmasi remaja itu telah meninggal pada Kamis (18/7/2019) dan ketiga senior yang didakwa telah melakukan penyerangan akan menghadapi tuduhan yang lebih serius.

Letnan kolonel polisi Pinyo Musiksan mengatakan, dakwaan yang dijatuhkan kepada ketiganya termasuk "niat untuk membunuh".

Demikian dilansir AFP. Dua di antara senior itu akan diadili di pengadilan remaja karena masih berusia di bawah 18 tahun.

Ketiganya telah dibebaskan dengan jaminan.

Patrich Wanggai Tersangka, Begini Kronologi Kasus Penganiayaan yang Libatkan sang Pemain

Sebuah kelompok anti-perpeloncoan mencatat rata-rata terjadi 250 kasus perpeloncoan di lembaga-lembaga pendidikan Thailand setiap tahun, namun hanya kasus terberat yang muncul ke permukaan.

Kasus serupa juga turut menjadi permasalahan di angkatan bersenjata Thailand, di mana para rekrutan muda diduga mendapat perlakuan keras dan dilecehkan oleh atasan mereka di akademi militer.

Pada 2017, kasus meninggalnya seorang kadet tentara berusia 18 tahun menarik perhatian nasional setelah pihak keluarga menemukan bahwa sejumlah organ dalam putra mereka telah dikeluarkan dari tubuh.

Sementara pihak militer cuci tangan dari tuduhan kesalahan dengan tetap berpegang pada penjelasan awal bahwa siswa akademi militer tahun pertama itu meninggal karena gagal jantung.

Pemerintahan Thailand juga baru saja mengakhiri pemerintahan militernya dan beralih ke demokrasi, setelah Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha melepas jabatan sebagai kepala pemerintahan militer. (Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

WOW TODAY:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sempat Koma Usai Ditendang Senior saat Perpeloncoan, Remaja di Thailand Tewas"

Sumber: Kompas.com
Tags:
Kasus PenganiayaanThailandOspek
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved