Pemilu 2019

Sebut Tak Cukup Hanya Protes dan Omelan, Priyo Budi Ajak Awasi Penghitungan Suara di 809.500 TPS

Priyo Budi Santoso menyebut tak cukup hanya protes dan omelan dalam mengiring jalannya Pemilu 2019.

Sebut Tak Cukup Hanya Protes dan Omelan, Priyo Budi Ajak Awasi Penghitungan Suara di 809.500 TPS
KOMPAS.com/Nabilla tashandra
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso. 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menyebut tak cukup hanya protes dan omelan dalam mengiringi jalannya Pemilu 2019.

Hal itu dikatakan Priyo Budi melalui akun Twitternya. @PriyoBudiS, Senin (15/4/2019).

Menurutnya, daripada melayangkan protes dan omelan, lebih baik membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengawasi proses pemilu.

KPU Jelaskan soal Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS hingga Waktu Pencoblosan di Atas Pukul 1

Priyo Budi mengajak supaya ikut mengawasi dengan seksama jalannya pencoblosan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang meliputi seluruh wilayah Indonesia.

Wakil Ketua DPR ini juga menyebut supaya membantu dengan ikhlas proses pengambilan dan penghitungan suara pada Pemilu 2019 ini.

"Saat ini tidak cukup hanya protes dan ngomel, saudara2ku mari kita bantu @KPU_ID dengan mengawasi secara seksama pencoblosan dan penghitungan suara di 809.500 TPS di seluruh Indonesia.

Bantu dengan ikhlas sambil ngomel dengan ikhlas juga," kata Priyo Budi.

Kicauan Priyo Budi Santoso terkait proses jalannya pemilu, Senin (15/4/2019).
Kicauan Priyo Budi Santoso terkait proses jalannya pemilu, Senin (15/4/2019). (Twitter/@PriyoBudiS)

 

Pimpin Rapat Persiapan Akhir Pemilu, Wiranto: Pemilih sampai TPS Harus Merasa Aman Tanpa Ancaman

Sementara diberitakan dari Kompas.com, Juru Bicara BPN, Suhud Alynudin turut angkat bicara soal imbauan untuk menjaga keamanan selama proses pemilu berlangsung, Senin (15/4/2019).

Suhud menilai, pemilu harus dijaga keamannya supaya tidak terjadi hambatan.

Hal itu dikemukakan Suhud untuk menanggapi sejumlah masalah pada proses pemungutan suara di Sydney, Australia pada Sabtu (13/4/2019).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved