Pemilu 2019

Antusiasme Tinggi saat Pencoblosan di Luar Negeri, Ini Daftar Negara yang Terjadi Antrean Terpanjang

Antusiasme Warga Negara Indonesia (WNI) saat pencoblosan di luar negeri sangat besar, berikut daftar antrean panjang WNI di luar negeri.

Antusiasme Tinggi saat Pencoblosan di Luar Negeri, Ini Daftar Negara yang Terjadi Antrean Terpanjang
PPLN Den Haag
Suasana WNI ketika memberi suaranya dalam kegiatan pemilu di Den Haag, Belanda, Sabtu (13/4/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Pemungutan suara untuk pemilih di luar negeri yang dilaksanakan lebih awal diwarnai antrean panjang di beberapa negara.

Kisah para pemilih di luar negeri ini pun kemudian ramai dibagikan di media sosial.

Para pemilih di luar negeri sudah bisa mencoblos sejak 8 sampai 14 April 2019, namun proses penghitungan suara baru akan dilakukan bersama dengan pelaksanaan di Indonesia, 17 April mendatang.

H-2 Pemilu, Inilah yang Harus Dibawa Pemilih saat akan Mencoblos di TPS

Sebelumnya, pemungutan suara di Kuala Lumpur, Malaysia, sempat diwarnai antrean panjang, setelah KPU memangkas 255 TPS dari 89 lokasi menjadi tiga lokasi.

Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur menginformasikan perubahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kuala Lumpur semula tersebar di 255 lokasi menjadi tiga lokasi yaitu KBRI Kuala Lumpur, Wisma Duta, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Anggota KPU, Evi Novida, mengatakan jumlah TPS di Kuala Lumpur dipersempit menjadi tiga lokasi karena persoalan izin.

"Pembuatan TPS di luar negeri itu tidak segampang di Indonesia. Di LN (luar negeri) kita membuat TPS di perwakilan Indonesia dan tempat lain yang bisa mendapatkan izin dari pemerintah setempat di LN," kata Evi dalam keterangan tertulis kepada BBC, Minggu (14/04).

1. Belanda dan Jepang

Namun, bukan hanya di Malaysia, di media sosial banyak warganet yang mengisahkan tentang antrean panjang yang mereka alami saat akan mencoblos, seperti yang terjadi di Belanda atau yang terjadi di Jepang dengan antrean mencapai sembilan jam.

2. London

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved