Pilpres 2019

Meski Tak Punya Gelar SE, Prabowo Sebut Dirinya 'Kuliah' Ekonomi Terlama di Dunia hingga 30 Tahun

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menceritakan terkait 'kuliah' ekonomi terlama di dunia.

Meski Tak Punya Gelar SE, Prabowo Sebut Dirinya 'Kuliah' Ekonomi Terlama di Dunia hingga 30 Tahun
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Calon Presiden dan Wakil Presiden 02 Prabowo-Sandi, memberikan sambutan saat deklarasi Aliansi Pengusaha Nasional di Djakarta Teater, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019). Aliansi Pengusaha Nasional mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. 

TRIBUNWOW.COM - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto menceritakan terkait 'kuliah' ekonomi yang ia sebut terlama di dunia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara deklarasi dukungan Aliansi Pengusaha Nasional, di Djakarta Theater Ballroom, Jakarta Pusat, seperti yang diunggah channel YouTube Gerindra TV, Kamis (21/3/2019).

Mulanya, Prabowo menjelaskan dihadapan ribuan pendukungnya bahwa dalam menjalankan negara membutuhkan banyak orang memiliki kekayaan.

"Kita butuh banyak orang kaya," kata Prabowo.

Fadli Zon Komentari Lembaga Survei yang Beda Selisih antara Jokowi-Prabowo: Saya Agak Geli Bacanya

Terkait itu, Prabowo lantas mengatakan bahwa sebelumnya banyak yang mengejek dirinya lantaran sering berbicara tentang perekonomian negara.

Prabowo menjelaskan, banyak yang meragukan dirinya saat membicarakan tentang ekonomi lantaran Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak memiliki gelar ekonomi secara resmi.

Untuk itu, disamping Cawapres Sandiaga Uno, ia coba menjelaskan bahwa dirinya sempat melakoni 'kuliah' ekonomi terlama di dunia.

"Kebetulan orang tua saya profesor ekonomi, jadi memang banyak yang ejek Prabowo 'itu enggak punya gelar ekonomi kok sok bicara ekonomi'," Kata Prabowo.

"Aku itu ikut seminar ekonomi paling lama di dunia," sambungnya sedikit tersenyum.

Pernyataan itu sontak disambut tawa oleh ribuan pendukung dihadapannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved