Pemilu 2019

PDIP Pakai Ideologi Gotong Royong, Hendrawan: Gaji Tiap Bulan Dipotong Rp 22 Juta untuk Partai

PDIP menyasati biaya pemilu yang mahal dengan menggunakan ideologi gotong royong. Semua anggota partai wajib memberikan iuran pada partai.

PDIP Pakai Ideologi Gotong Royong, Hendrawan: Gaji Tiap Bulan Dipotong Rp 22 Juta untuk Partai
capture YouTube Najwa Shihab
Ketua DPP PDIP Hendrwan Supratikno menjelaskan anggaran dana partai politik yang mahal, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hendrawan Supratikno mengaku mendapat potongan sebesar Rp 22 juta untuk disetorkan kepada partai.

Hendrawan juga mengaku potongan tersebut merupakan bentuk gotong royong yang diusung oleh PDI-P untuk memenuhi kebutuhan berpolitik partai.

Ditanya Apakah Golkar Pernah Terima Uang Haram, Nusron Wahid Tuduh Najwa Shihab Ingin Bangun Opini

Hal tersebut disampaikan pada acara Mata Najwa yang tayang di TRANS7 yang diunggah di chanel YouTube Najwa Shihab dengan judul 'Transaksi Haram Politik: Ketum Dijerat Korupsi, Aliran Dana Masuk Parpol? (Part 3)' pada Rabu(20/3/2019).

"Seperti saya jujur saja setiap bulan dipotong misalnya Rp 22 juta, kalau melakukan kunjungan ke luar negeri ada potongan-potongan tertentu, ada sumbangan sukarela untuk aktivasi-aktivasi tertentu seperti survei, pemenangan pilkada dan seterusnya," ujar Hendrawan.

Ia menjawab pertanyaan Najwa Shihab mengenai jumlah yang harus dibayar seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada partai.

Nusron Wahid Tertawa saat Najwa Shihab Jawab Kritik Ketua DPP PDIP soal Isi Diskusi Mata Najwa

Sebelumnya Hendrawan menjelaskan pula mahalnya biaya yang harus dikeluarkan partai dalam menjalankan politik sehingga memanfaatkan jabatan politik.

"Jadi ada kelemahan-kelemahan sistemik yang dimanfaatkan oleh pelaku politik," jelas Hendrawan.

"Tetapi kelemahan yang melekat pada sitem politik kita adalah tata kelolanya yang sekali lagi tidak transparan, ya kemudian high cost," tambahnya.

Menurut Hendrawan partai politik menjalankan banyak fungsi yang keseluruhannya membutuhkan biaya yang tinggi.

"Partai politik kan menjalankan fungsi-fungsi. Fungsi aspirasi, fungsi agregasi, fungsi edukasi, elektoral, budgeting dan seterusnya. Kan fungsi-fungsi ini untuk dijalankan mahal," jelas Hendrawan.

Dapat Pertanyaan dari Najwa Shihab, Plt Ketum PPP Langsung Tertawa: Itu Sulit Sekali Saya Jawab

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: AmirulNisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved