Pemilu 2019

Ditanya Apakah Golkar Pernah Terima Uang Haram, Nusron Wahid Tuduh Najwa Shihab Ingin Bangun Opini

Nusron Wahid menganggap Najwa Shihab ingin membangun opini bahwa petugas partai akan mencari uang dengan cara yang haram untuk kepentingan partai.

Ditanya Apakah Golkar Pernah Terima Uang Haram, Nusron Wahid Tuduh Najwa Shihab Ingin Bangun Opini
capture YouTube Najwa Shihab
Najwa Shihab dan Nusron Wahid pada acara Mata Najwa Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid menganggap Najwa Shihab ingin membangun opini mengenai kasus penerimaan uang haram oleh Partai Golongan Karya (Golkar).

Hal itu ia sampaikan dalam acara Mata Najwa TRANS7  yang diunggah di chanel YouTube Najwa Shihab dengan judul 'Transaksi Haram Politik: Ketum Dijerat Korupsi, Aliran Dana Masuk Parpol? (Part 3)'.

Nusron memberikan keterangan terkait kasus yang pernah menjerat partainya, Kamis (20/3/2019).

Dapat Pertanyaan dari Najwa Shihab, Plt Ketum PPP Langsung Tertawa: Itu Sulit Sekali Saya Jawab

Nusron menganggap Najwa Shihab ingin membangun opini bahwa petugas partai yang bertugas mecari uang akan menggunakan cara haram.

"Kalau kata definisi petugas partai berarti yang bersangkutan itu adalah aparatur partai yang bertugas untuk mencari uang. Dan dalam rangka mencari uang-uang itu, menggunakan cara-cara yang haram untuk mendapatkan uang itu. Itukan kira-kira yang ingin mau dibangun oleh Nana (Najwa Shihab) kan?" ujar Nusron.

Najwa Shihab pun menjelaskan bahwa apa yang ia tanyakan adalah ungkapan dari Eni Saragih yang kini menjadi tersangka suap proyek PLTU Riau-1.

"Bukan oleh saya, itu pengakuan Eni Saragih, kita dengar sama-sama. Saya tidak perlu membangun itu sudah jelas," ujar Njwa Shihab.

Dianggap Melecehkan Maruf Amin, Budayawan Ridwan Saidi Ditegur Nusron Wahid di ILC

Nusron pun kembali menjelaskan dalam definisi formal mengenai siapa itu petugas partai.

"Saya kira begini, kita akan kembalikan kepada definisi formal saja. Kalau orang itu sah disebut sebagai petugas partai. Kalau yang bersangkutan melakukan itu memang betul-betul atas keputusan partai politik, jadi ada rapat di dalam partai politik memutuskan menugaskan yang bersangkutan untuk mencari uang itu baru yang bersangkutan sah dan layak disebut sebagai petugas partai," jelas Nusron.

Dirinya beranggapan bahwa anggota partai yang mencari uang dengan cara yang tidak disetujui partai, maka mereka melakukan sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan partai.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: AmirulNisa
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved