Pemilu 2019

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Solo Adakan Lomba Selfie di TPS dalam Pemilu 2019

Pada diskusi Mewah (mepet sawah) yang diadakan Tribun Solo terdapat pembahasan seputar peraturan pemilih saat di bilik suara.

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Solo Adakan Lomba Selfie di TPS dalam Pemilu 2019
Tribun-Video.com/Gulang Candra
Foto moderator Mohamad Yoenus , Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti, PUtri Solo Favorit Lauren Lion, Komisioner Bawaslu Arif Nuryanto, dan Pengamat Politik dan Kenegaraan Agus Riewanto pada diskusi mewah (mepet sawah), Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan larangan membawa handphone  (HP) saat melakukan pemilihan suara.

Pada acara Diskusi Mepet sawah (Mewah) yang diadakan Tribunnews dengan tema 'Pemilu Kaum Milenial' pada Kamis, (14/3/2019), pihak perwakilan KPU mengatakan hal itu dilakukan untuk untuk menghindari politik uang dalam pemilu pada 17 April 2019.

Ketua KPU Surakarta Nurul Sutati, menjelaskan soal larangan untuk selfie saat berada di dalam bilik suara.

"Kaitannya dengan selfie, selfie di bilik dengan menunjukan bukti memilih tidak boleh, karena ada ketentuan di dalam bilik tidak boleh membawa HP dan kamera," jelas Nurul di kantor Tribunnews.com Solo.

Fahri Hamzah Beri Usulan untuk Debat Pilpres, Ketua KPU: Ini Ide Menarik

Terkait dengan selfie, Nurul mengabarkan bahwa KPU Surakarta membuat lomba selfie di Tempat Pengambilan Suara (TPS) untuk meningkatkan keaktifan pemilih.

"KPU Solo (Surakarta) dalam rangka meningkatkan partisipasi justru membuka atau membuat lomba selfie di TPS-nya bukan di biliknya. Mungkin setelah memilih boleh lah foto kemudian diupload di Facebook, Instagram, Twitter KPU. Hadiahnya tropi dan uang," jelas Nurul.

Sedangkan Komisioner Bawaslu Surakarta Arif Nuryanto menjelaskan saat berada di TPS para pemilih harus menitipkan pionselnya ke tempat yang sudah disediakan.

KPU Kerap Dituding Curang, Arief Budiman Mengaku Sakit Hati: Berpikir Curang Saja Saya Tidak Sempat

"Di TPS sudah ada tulisan, biasanya 'HP mohon ditinggal di KPPS (kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) 4'. Jadi kecuali tim pengawas TPS, pengawas TPS kan pengawas situasi, yang lain tidak boleh masuk karena TPS itu steril," jelas Arif.

Acara yang diselenggarakan Tribun  ini juga mengundang Pengamat Politik dan Ketatanegaraan Agus Riewanto dan Putri Solo Favorit Laurensia Liona.

(TribunWow.com/Ami)

Ikuti kami di
Penulis: AmirulNisa
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved