Pilpres 2019

Rocky Gerung: Bapak Presiden Tak Cuti, Artinya Beliau Tidak Nyapres

Tanggapan pengamat politik, Rocky Gerung soal presiden yang tidak ambil cuti.

Rocky Gerung: Bapak Presiden Tak Cuti, Artinya Beliau Tidak Nyapres
Warta Kota/henry lopulalan
Pengamat politik Rocky Gerung usai memenuhi panggilan kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung buka suara terkait cuti presiden yang sempat ramai diperbincangkan.

Hal itu disampaikannya melalui akun Twitternya, @rockygerung, Kamis (14/3/2019).

Rocky Gerung tampak menanggapi soal cuti presiden dengan singkat.

Ia menjelaskan bahwa presiden yang tidak ambil cuti artinya presiden yang sedang tidak mencalonkan sebagai calon presiden.

"Bapak Presiden tidak cuti.

Artinya, belio tidak nyapres," tulis Rocky Gerung.

Sebut Jokowi Takut Cuti, Andi Arief Bandingkan dengan Era SBY-JK

Kicauan Rocky Gerung, Kamis (14/3/2019).
Kicauan Rocky Gerung, Kamis (14/3/2019). (Twitter/@rockygerung)

Kicauan singkatnya itu lantas banyak mendapat komentar dari sejumlah netizen.

"Mungkin karena peraturan KPU ttg kampanye, memperbolehkan presiden untuk tidak cuti.

tapi kok kayaknya berasa gak pss ya prof??

seharusnya gimana prof??," ungkap akun @qs_kahfi.

"Trus yang nyapres siapa?" tanya akun @faisaldeh.

"Masalah yang rumit," kata akun @Juldinka.

Agum Gumelar Singgung Kasus Penculikan 1998 Prabowo, AHY Ungkit Sikap Agum saat Pilpres 2009

Dikabarkan sebelumnya, perihal cuti presiden sempat mencuat setelah Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan perihal Jokowi yang tak ambil cuti ketika berkampanye.

Hal itu disampaikan BPN saat melakukan audiensi di KPU, Minggu (3/3/2019) silam.

Dilansir oleh Kompas TV, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan sesuai dengan Undang Undang yang berlaku.

"Jadi memang berbeda dengan pilkada, Ibu, Bapak, kalau pilkada itu ada petahana yang nyalon, maka petahana itu harus cuti di luar tanggungan negara, keluar dari rumah dinas, dan dia menjadi masyarakat baisa," kata Wahyu Setiawan, Minggu (3/3/2019).

"Tetapi untuk pilpres tidak demikian adanya, peraturan perundang-undangannya."

"Jadi pada waktu petahana menjadi capres, pada waktu yang sama dia menjadi presiden, oleh karena itu, hak-hak protokoler, hak-hak kesehatan, hak kemanan, itu melekat utuh, sekali lagi ini juga perintah undang-undang," kata Wahyu.

 Andi Arief: Prabowo akan Jelaskan Kasus Penculikan 1998, 1 Jam setelah Ditetapkan Pemenang Pilpres

Sementara Jokowi menegaskan dirinya akan tetap menjalankan tugasnya menjadi presiden meski statusnya sebagai capres.

"Ini aturan KPU, semua kan berangkat dari aturan, kalau aturan mengharuskan kita harus cuti total, ya saya akan cuti total. Aturan KPU kan tidak mengharuskan itu," kata Jokowi, dikutip dari Kompas TV, Minggu (3/3/2019).

"Dan saya masih bisa bekerja, paling hari Sabtu atau Minggu, orang aturan memperbolehkan (kerja) kok, kalau aturan memang mengharuskan ya saya akan cuti," sambung Jokowi.

(TribunWow.com/Atri Wahyu/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved