Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Seharga Miliaran Rupiah di Batam

Pemerintah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster (BL) ilegal di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/3/2019).

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Seharga Miliaran Rupiah di Batam
Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Susi Pudjiastuti saat menjelaskan bahwa pemerintah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster ilegal di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah melalui Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Satuan Tugas Gabungan Komando Armada I (Koarmada I) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster (BL) ilegal di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/3/2019).

Sebanyak 245.102 ekor benih lobster berhasil diselamatkan dalam operasi pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (jarkaplid) terhadap satu speed boat (SB) tanpa nama.

Tim F1QR Satgas Gabungan Koarmada I ini terdiri dari tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam; tim F1QR Detasemen Intel Koarmada I; tim F1QR Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I; dan tim F1QR Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, penggagalan BL ini merupakan tangkapan yang terbesar dalam sejarah yang dilakukan oleh pemerintah selama ini.

“Kalau dinilai dengan harga beli dari masyarakat, BL ini mungkin bernilai Rp 10 miliar-an. Tapi kalau dinilai ke bakulnya, Rp37 miliar. Kalau dinilai di Singapura, mungkin sudah Rp60 miliar. Kalau dilepas di laut, jadi 8 ons, 1 kg, 2 kg per ekornya, mungkin nilainya sudah paling tidak seratus kalinya,” jelas Susi Pudjiastuti, seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima TribunWow.com pada Kamis (14/3/2019).

Resmikan Pasar Ikan Modern seperti di Tokyo, Jokowi: Saya Senang dan Bangga Bisa Hadir

Kronologi Penangkapan

Komandan Guskamla Koarmada 1, Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso menjelaskan, penggagalan penyelundupan ini bermula dari informasi yang diperoleh Tim 2 dengan SB Hanoman dari Tim 1 yang bertugas di lapangan pada Selasa (12/3/2019) pagi.

Disebutkan, terlihat sebuah speed boat melintas masuk dari wilayah Batam menuju Singapura dengan kecepatan tinggi.

Setelah memperoleh informasi tersebut, Tim 2 segera melaksanakan persiapan dan memantau SB yang akan melintas di area lokasi yang direncanakan.

Segera ketika SB melintas, Tim 2 melakukan pengejaran dari perairan Pulau Sugi, Moro, Kabupaten Karimun hingga Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved