Pilpres 2019

Sebut Debat Perdana Pilpres 2019 Tak Mendidik, Ferdinand Hutahaean Berikan Saran untuk KPU

Berikan saran kepada KPU lantaran menurut Ferdinand debat itu tak memberitahukan pada masyarakat apa saja yang akan dilakukan para kandidat kedepan.

Sebut Debat Perdana Pilpres 2019 Tak Mendidik, Ferdinand Hutahaean Berikan Saran untuk KPU
TribunWow.com/Octavia Monica
Ferdinand Hutahaean, politisi Partai Demokrat. 

TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyebut debat perdana pemilihan presiden (pilpres) 2019 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mendidik.

Hal itu ia sampaikan Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @Ferdinand_Haean, setelah debat selesai, pada Kamis (17/1/2019) malam.

Diketahui, pada debat perdana antara calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo, dengan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, berlangsung cukup alot.

Kecewa Lihat Debat Perdana Capres-Cawapres, Fahri Hamzah Beri Kritik dan Permohonan pada KPU

Awalnya Ferdinand menyebut debat pilpres 2019 buruk dan tidak mendidik lantaran menurutnya ajang tersebut tak memberikan informasi kepada masyarakat terkait program kerja kedua kandidat untuk lima tahun ke depan.

Untuk itu, ia menyarankan kepada KPU agar merubah konsep debat selanjutnya.

Supaya ajang yang dinanti masyarakat dapat secara utuh menunjukkan kapasitas para kandidat pasangan calon (paslon) capres dan cawapres.

"Secara umum debat ini buruk, tidak mendidik dan tidak memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Paslon ke depan.

Saran saya kepada @KPU_ID agar format debat ini dirubah dan diperbaiki. Konsep debat harus mampu menunjukkan kapasitas paslon," tulis Ferdinand.

Respons Ganjar Pranowo soal Klaim Prabowo Subianto yang Sebut Luas Jateng Melebihi Malaysia

Selain itu, Ferdinand juga memberikan kritikan terhadap pertanyaan dari panelis yang diberikan kepada KPU.

Menurutnya, pertanyaan dari panelis tak memberikan kapasitas lebih kepada kandidat untuk memaparkan target pembangunan Indonesia ke depan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved