Terkini Daerah

BKSDA Ungkap Status Perijinan Buaya yang Tewaskan Kepala Laboratorium di Sulawesi Utara

BKSDA Sulawesi Utara memastikan kandang buaya yang menewaskan seorang kepala laboratorium CV Yosiki, Deysi Tuwo (44) tidak memiliki ijin.

BKSDA Ungkap Status Perijinan Buaya yang Tewaskan Kepala Laboratorium di Sulawesi Utara
thenextweb.com
Buaya 

TRIBUNWOW.COM - Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara memastikan kandang buaya yang menewaskan seorang kepala laboratorium CV Yosiki, Deysi Tuwo (44) tidak memiliki ijin.

Hal tersebut diungkap oleh Hendrik Rundengan, Kasubag Tata Usaha BKSDA Sulawesi Utara, dikutip TribunWow.com dari YouTube Kompas TV dalam acara Kompas Petang pada Sabtu (12/1/2019).

Pihak BKSDA mengaku telah beberapa kali berupaya memindahkan buaya-buaya tersebut ke lokasi penangkaran.

Fakta Pemberi Makan yang Diterkam Buaya Peliharaan Bosnya, Kronologi Kejadian hingga Kondisi Jenazah

Namun aksi tersebut mendapati kesulitan lantaran mendapatkan halangan dari pihak pengelola laboratorium pembibitan mutiara tersebut.

Karena dipersulit, pihak BKSDA memutuskan untuk melakukan proses evakuasi satwa di tempat lain terlebih dahulu.

"Status dari satwa ini tidak berijin, sebenarnya beberapa waktu lalu petugas sudah pernah kesini, untuk bagaimana pendekatan kepada masyarakat yang memelihara untuk segera menyerahkan,"

"Tetapi kami mendapat halangan, beberapa kali kesini justru pintu gerbang ditutup sehingga kami agak kesulitan. Dan kami mencoba menangani dulu satwa-satwa yang ada di luar. Karena dalam seminggu ini kurang lebih 3 ekor yang kami evakuasi," kata Hendrik.

Diberitakan sebelumnya, Deysi Tuwo (44) merupakan Kepala Laboratorium CV Yosiki yang juga pemberi makan buaya peliharaan tempatnya bekerja menjadi korban terkaman buaya.

Diketahui CV Yosiki yang merupakan perusahaan pembibitan mutiara itu memiliki buaya peliharaan yang telah dipelihara sejak tahun 1990-an di areal perusahaan daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Nahas, Deysi yang bertugas memberi makan buaya tersebut harus tewas di tangan peliharaannya, Jumat (11/1/2019).

Fakta-fakta Fenomena Kemunculan Buaya di Babel, Sedot Perhatian Warga hingga Doyan Makan Kerupuk

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Bobby Wiratama
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved