Terkini Daerah

Fakta Pemberi Makan yang Diterkam Buaya Peliharaan Bosnya, Kronologi Kejadian hingga Kondisi Jenazah

Deysi Tuwo (44) menjadi korban terkaman buaya yang biasa ia beri makan dan dinyatakan meninggal dunia.

Fakta Pemberi Makan yang Diterkam Buaya Peliharaan Bosnya, Kronologi Kejadian hingga Kondisi Jenazah
thenextweb.com
Bukan buaya pada berita 

TRIBUNWOW.COM - Deysi Tuwo (44) merupakan Kepala Laboratorium CV Yosiki yang juga pemberi makan buaya peliharaan tempatnya bekerja menjadi korban terkaman buaya.

Diketahui CV Yosiki yang merupakan perusahaan pembibitan mutiara itu memiliki buaya peliharaan yang telah dipelihara sejak tahun 1990-an di areal perusahaan daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Nahas, Deysi yang bertugas memberi makan buaya tersebut harus tewas di tangan peliharaannya, Jumat (11/1/2019).

Berdasarkan keterangan dari teman Deysi, Erling, kejadian itu diketahui saat dirinya melihat ada benda terapung menyerupai tubuh manusia.

Fakta-fakta Fenomena Kemunculan Buaya di Babel, Sedot Perhatian Warga hingga Doyan Makan Kerupuk

Erling kemudian melaporkan kejadian itu pada Polsek Tombariri.

"Kami penasaran saat melihat kearah kolam buaya, ada benda mengapung, ternyata tubuh Deysi. Kami takut menyentuhnya dan melaporkan kejadian tersebut di Polsek Tombariri," kata Erling.

Deysi diduga terpeleset ke dalam lokasi buaya saat sedang memberi makan.

Dikutip dari Tribun Manado, keadaan buaya pasca menerkam Deysi tampak gemuk dan masih berada di kandanganya.

Jenazah Deysi segera dievakuasi oleh Polres Tomohon.

Deysi yang telah bekerja di perusahaan itu selama 15 tahun itu dievakuasi ke RSUP Kandou Malalayang.

Warga Sebut Ada Buaya Berperilaku Aneh sebelum Tsunami Banten Terjadi

Kapolres Tomohon, AKBP Raswin Sirait mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencari pimpinan perusahaan, Mr Ochiai yang merupakan warga negara Jepang.

"Kita masih mencari pemilik buaya tersebut, selain itu kami juga sudah berkoordinasi dengan Camat dan hukum tua ," kata Raswin.

Terkait status kepemilikan sang buaya, bos perusahaan tersebut bisa mendapatkan ancaman tahanan jika tak memiliki surat izin pemeliharaan terkait peliharaannya yang berukuran 5 meter itu.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Manado
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved