Kabar Tokoh

Alokasi Dana APBN Membengkak, Fahri Hamzah: Bedakan Belanja Negara dan Kampanye Petahana

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berpendapat, belanja APBN di masa kampanye bisa mengakibatkan ketidaknetralan pemerintah yang sekaligus petahana.

Alokasi Dana APBN Membengkak, Fahri Hamzah: Bedakan Belanja Negara dan Kampanye Petahana
dpr.go.id
dpr.go.id Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat membuka acara Press Gathering dalam rangka Silaturahmi DPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Wisma Griya Sabha DPR RI, Kopo, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/11/2018). 

Dana desa memang paling nampak hasilnya, meski masih ada penyimpangan tetapi UU adalah inisiatif pemerintah dan @DPR_RI periode 2009-2014 untuk melakukan otonomi Tingkat ke-3 di lebih 73 ribu desa di nusantara kita. #APBNPetahana

*Dana Kelurahan*
Satu pos anggaran baru dari APBN 2019 adalah Dana Kelurahan, masuk dalam kategori Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan, sebesar 3 T. Jika dibagi dengan 8.212 kelurahan yang ada di Indonesia, kira-kira per kelurahan akan dapat 365 juta cash. #APBNPetahana

Karena bersifat alokasi umum, maka ini bisa juga disebut dana taktis dan segar. Tahun lalu belum ada, baru menjelang pemilu 2019 ini saja alokasi ini muncul. Karena sudah ada dalam APBN, maka ini uang negara, uang rakyat dan hak rakyat. Harus diawasi. #APBNPetahana

BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Lebat pada 12 Januari 2019 di Sejumlah Wilayah Indonesia

Tetapi jelas sekali rentan dimanfaatkan untuk kepentingan elektabilitas pemilu oleh petahana. Coba cek dilapangan, karena skenarionya per 1 Januari 2019 dana ini sudah bisa cair. Pencairan dikebut! Motif pencairan akan nampak saat penggunaan. #APBNPetahana

*Dana Bansos PKH*
Dana Bansos Program keluarga Harapan (PKH) dibawah Kemensos juga naik secara signifikan. Tahun lalu hanya 19 T, menjelang pemilu ini (2019) naik menjadi 38 T (hampir 2 kali lipat). Kenaikan ini tentu dapat dicurigai terkait pemilu 2019. #APBNPetahana

Padahal jmlh penerimanya sama yaitu (10 Juta keluarga). Jika tahun lalu pencairan PKH ini dilakukan bulan Februari, Mei, Agustus, November. Tahun 2019 dimajukan jadi Januari, April, Juni, Oktober. Sblm 17 April ada 2 kali pencairan, padahal tahun lalu hanya 1 kali. AWASI!

Agnez Mo Bertemu Jokowi di Istana: Ketika Saya Dapat Dukungan dari sang Presiden

Gertakan dengan Suara Serak di Depan Komisioner KPU, Fahri Hamzah: Ada Pikiran Nggak Dia?

*Dana Bantuan Kemasyarakan Presiden*
Banyak orang yang tidak tahu bahwa setiap Presiden kita bertemu dengan rakyatnya, oleh APBN dibekali “uang saku” berupa dana bantuan kemasyarakat presiden. Dulu di sebut Banpres. Jumlahnya sangat signifikan. #APBNPetahana

Tahun 2019 ini Presiden bersafari menyapa wong cilik dibekali dana 110 M. Jumlahnya naik 7 M dari tahun lalu, walaupun 2019 ini masa baktinya tidak setahun penuh sebab presiden @jokowi akan berakhir sekitar tgl 20 Oktober tahun ini. #APBNPetahana

Apa yang dimiliki Presiden ini paling efektif membangun persepsi masyarakat bawah tentang personality dari sang Presiden. Presiden kita baik, merakyat suka bagi bagi sembako, suka bagi-bagi sepeda. Ini tindakan legal yg bisa dikaitkan dengan pemilu presiden. #APBNPetahana

Persepsi seperti ini sudah terbangun kuat walaupun realitanya yang dibagi-bagi Presiden kita ini adalah uang rakyat juga, duit APBN.
Tetapi, itulah kekuatan petahana. Mereka sedang memegang yang dan kekuasaan. Jumlahnya besar sekali. #APBNPetahana

Saya hanya mengingatkan ini, demi keadilan dalam pemilu, @KPU_ID dan @bawaslu_RI serta masyarakat umumnya harus paham. Semoga pengetauan ini menjadi cara kita mendidik bangsa kita agar bisa membedakan belanja negara dan kampanye petahana. #APBNPetahana

Sebab percuma saja debat dan adu program kiri kanan, tetapi jika pada akhirnya uang berjumlah lebih dari 100 trilyun ini menggelontor dan nampak sebagai serangan fajar maka pemilih takkan bisa memilih dengan hati. Waspadalah demi masa depan demokrasi kita. #APBNPetahana tks," tulis Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah Interupsi saat Tim BPN Prabowo-Sandi Bicara di ILC: Kita Capek Dengarnya

(TribunWow.com)

Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved