Kabar Tokoh

Alokasi Dana APBN Membengkak, Fahri Hamzah: Bedakan Belanja Negara dan Kampanye Petahana

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berpendapat, belanja APBN di masa kampanye bisa mengakibatkan ketidaknetralan pemerintah yang sekaligus petahana.

Alokasi Dana APBN Membengkak, Fahri Hamzah: Bedakan Belanja Negara dan Kampanye Petahana
dpr.go.id
dpr.go.id Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat membuka acara Press Gathering dalam rangka Silaturahmi DPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Wisma Griya Sabha DPR RI, Kopo, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/11/2018). 

Temuan menyebutkan bahwa program CCT mampu meningkatkan suara anggota legistaltif dari partai yang mendukung presiden (incumbent), meningkatkan kepuasan calon pemilih terhadap pemerintah daerah tetapi disaat yang sama mengurangi level kompetisi diantara kandidat presiden.

Dari hasil penelitian ini jelas sekali ada 3 catatan bahwa (1) intervensi fiskal dalam bentuk dana segar sangat erat berkaitan dengan pemilu. (2) dibanding partai oposisi, partai petahana akan sangat diuntungkan (terutama yang mampu memegang kendali pos dana segar ini),..

Bicara Penyesatan Informasi, Fadli Zon: Dana Desa Merupakan Amanat UU, Bukan dari Jokowi

(3) Level persaingan kandindat presiden semakin rendah atau tidak kompetitif karena petahana punya potensi sumber daya kampanye yang jauh lebih besar dibanding oposisi. Ini masalahnya. #APBNPetahana

Lalu kita lanjut dengan fakta-fakta APBN 2019. Sebelumnya harus kita garisbawahi bahwa Seluruh dana yang keluar masuk melalui mekanisme APBN, adalah uang rakyat. Bukan milik golongan apalagi individu. Ini harus diumumkan terbuka. #APBNPetahana

Tetapi mekanisme penganggaran dalam sistem politik kita masih sangat (executive heavy), lebih banyak dirancang dan dikontrol oleh eksekutif, walaupun ketuk palunya ada di parlemen. APBN ADALAH UU yg hanya boleh diusulkan eksekutif. #APBNPetahana

Kelemahan sistemik ini akhirnya melahirkan kecenderungan eksekutif untuk bertindak secara personal. Misalnya dengan membuat persepsi ke masyarakat bahwa kerja-kerja eksekusi anggaran adalah kerja-kerja Presiden sebagai person yang kebetulan juga kandidat presiden dalam pemilu.

Debat Sengit dengan Arya Sinulingga di ILC, Ucapan Fahri Hamzah Disambut Tepuk Tangan Penonton

Selanjutnya di otak-atik lah anggaran yang relevan dengan tujuan meraup elektabilitas pemilu, jumlahnya dinaikkan atau jenisnya diperbanyak agar rakyat dapat menerima jasa dan cash dalam jumlah yg signifikan menjelang pencoblosan. #APBNPetahana

Kalo kita cermati APBN 2019, setidaknya ada 4 pos anggaran yang masuk kategori potensi dana yang bisa meraup elektabilitas petahana. (1) Dana Desa, (2) Dana Kelurahan, (3) Dana Bansos PKH, (4) Dana Bantuan Kemasyarakatan Presiden. #APBNPetahana

*Dana Desa*
Dana Desa dalam APBN 2019 dipatok 70 Triliun, naik 10 T dari tahun sebelumnya yang hanya 60 T. Kita tahu, dana desa ini efektif sebagai lumbung suara. Makanya di dalam internal koalisi pemerintahan saja tarik-menarik antar parpolnya kuat. #APBNPetahana

Siapa yang bisa mengontrol dana segar ini, efek elektabilitasnya pasti tinggi. Apalagi menjelang pemilu ini alokasinya naik 10 T. Perlu diberitahukan kepada pemilih bahwa dana ini lahir akibat UU No6 tahun 2014 yg lahir dalam masa presiden @SBYudhoyono. #APBNPetahana

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved